Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Diaspora Indonesia Peduli dengan Ibu Pertiwi

Foto Kabare.co/LOI

Orang Indonesia yang menetap di negara lain menurut catatan Indonesian Diaspora Network terdapat 6 juta orang. Lebih dari separuh jumlah penduduk Jakarta yang sekitar 11 juta orang. Apa peran dan perhatian diaspora terhadap masyarakat Indonesia?

Jakarta - Diaspora Indonesia adalah orang Indonesia yang merantau dan menetap di luar negeri.  Biasanya besar dan tumbuh di negara lain. Pekerjaan dan profesi mereka beragam. Ada seniman, pebisnis, pengajar, dokter, dan sebagainya, bahkan house keeper (pembantu rumah tangga).

Belum lama ini di Jakarta, Indonesian Diaspora  Network (IDN) berinisiatif untuk mempertemukan pebisnis dari dalam negeri dengan diaspora melalui Indonesian Diaspora Business Forum (IDBF) di Jakarta. Saat itu, 10 Oktober 2016, hadir pengurus diaspora dari Singapura, China, Australia, Amerika dan Perancis.

Menurut President IDN, SJG “Ebed” Litaay, diaspora dari Belanda tidak jadi datang karena bulan depan Perdana Menteri Belanda akan datang ke Indonesia dalam trade mission. Mereka akan fokus di acara tersebut.

Ebed President IDN untuk periode 2015-2017. Pria berdarah Maluku ini selain bekerja sebagai editor majalah hukum milik penerbitan terbesar di Belanda, juga sebagai staf bidang politik di KBRI di Belanda.

Menurutnya, diaspora Indonesia karena menetap lama di suatu negara maka lebih dekat dan paham dengan negara tersebut. Karena itu, apabila pengusaha Indonesia ingin bekerjasama dengan diaspora akan lebih menguntungkan.

Di antaranya, menurut Ebed, diaspora lahir dan besar di luar negeri; lancar bahasa setempat, sehingga bagus untuk menjadi katalisator dan mediator. Supaya peluang bisnisnya lancar.

Diaspora juga tahu orang yang tepat untuk dijumpai di negara yang dia diami. Hal ini akan membuat bisnis lebih mudah, cepat, lancar dan tepat.

“Kami juga membuat sosial enterpreneurship. Waktu ke Belanda, Menteri UKM dan Koperasi RI heran karena  diaspora Indonesia menjalankan koperasi dengan 250 petani pala di Maluku. Hasil pala di ekspor ke Belanda dengan standar dan syarat-syarat Eropa,” ujarnya.

Menurut Ebed, banyak ahli dan dokter-dokter diaspora Indonesia di luar negeri ingin membantu kesehatan di Indonesia. IDN telah membantu operasi bibir sumbing, katarak dan luka bakar serta mengirim alat-alat kesehatan.

Belum lama, teman-teman diaspora yang tergabung dalam Help membuka rumah sakit di Bandung untuk disabilitas. Juga bank darah di Batam.

Diaspora juga merehabilitasi gedung-gedung di kota tua. Membantu masalah banjir di Muara Angke. Membantu masalah sampah di laut Indonesia.

Dia berharap diaspora dapat memberikan sumbangsih terbaik bagi Indonesia. Dan dia yakin dengan moto IDN dream big, start small, move fast, dapat memberikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi.

Editor: LOI

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post