Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Destinasi Digital Pasar Rimba Belitung Menjelma jadi Sentra Holtikultura

Seorang petani sedang bercocok tanam di Pasar Rimba Belitung. (Foto: Kemenpar)

Destinasi digital Pasar Rimba Belitung menjelma sebagai sentra holtikultura. Bukan hanya bagi wisatawan, mereka juga menjadi pemasok produk pertanian di pasar Belitung. Variannya sangat beragam, kapasitas produksinya pun menjanjikan.

BELITUNG-KABARE.ID: Pasar Rimba Belitung berada di Jalan Bandara, Manggar, Pembaharuan Badau, Belitung. Selain tempat nongkrong anak-anak muda, destinasi digital ini juga menghasilkan produk holtikultura berupa sayuran dan buah yang diproduksi mandiri dari lahan sendiri.

“Kami memiliki banyak produk pertanian. Kami kelola sendiri. Bibit yang ditanam adalah jenis unggul. Sayuran dan buah hasil budidaya Belitung jadi daya tarik Pasar Rimba. Secara reguler, kami juga tetap menyajikan beragam olahan produk asli dari Belitung,” ungkap Juragan Pasar Rimba Belitung Chandra, dalam keterangan resmi, Senin (31/12/2018).

Memiliki modal luas lahan 30 hektar, Pasar Rimba terbagi menjadi beberapa zona, antara lain zona permainan, holtikultura (buah san sayuran), dan perikanan.

Baca juga: Makanan Ekstrem yang Biasa Ditemukan di Pasar Beriman Tomohon

Zona sayuran menempati 4 buah green house dengan luas masing-masing 15x30 meter. Setiap green house ditanami beragam jenis sayuran, seperti sawi, kangkung, tomat, edamame, dan bayam. Sementara koleksi buah menempati areal 6 hektar, terdiri dari sirsak, mangga, sawo, rambutan, manggis, sukun, matoa, nangka, jambu, durian, jeruk, dan rosela.

“Hasil pertanian kami distribusikan secara rutin di pasar Belitung. Selain itu, kami juga tetap menyisakan produk pertanian untuk dijual di Pasar Rimba,” kata Chandra.

Untuk zona perikanan masih dalam pengembangan. Sementara zona permainan telah tersedia dan terus dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Sampai saat ini, wisman penikmat produk holtikultura Pasar Rimba datang dari Eropa. Namun, dominasi konsumen tetap datang dari Singapura dan India. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post