Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Dekranas Gelar Pelatihan Kerajinan Rakyat di Likupang

Foto: Infopublik.id

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan pelatihan wirausaha baru bagi pengrajin di daerah wisata Likupang dan sekitarnya

JAKARTA - KABARE.ID: Pelatihan ini digelar dalam rangka mendukung program pembangunan pariwisata pada 5 Destinasi Super Prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Terpilihnya Likupang dikarenakan daerah ini termasuk salah satu destinasi super prioritas dan KEK Pariwisata.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perhubungan, Endang Budi Karya mengapresiasi berbagai pihak yang telah bahu membahu bersinergi dengan baik mendukung pengembangan kriya kerajinan Indonesia, sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini masih bisa terus membangun negeri, melestarikan, serta mengembangkan produk-produk kerajinan berbasis sumber daya alam, tradisi dan warisan budaya yang dibanggakan.

Endang juga mendorong semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0, salah satunya dengan mendukung sektor pendidikan non formal atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan di era sekarang.

"Kurikulum ini dimaksudkan untuk membuka akses bagi masyarakat guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan atau wirausahawati yang kompetitif dan produktif untuk mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi," ucapnya, Selasa (6/10/2020).

Pesan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin pada Munas Dekranas Agustus 2020 lalu, agar di masa pandemi ini, Dekranas mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online, sehingga dapat memperluas pemasaran produknya. Juga perlu adanya peningkatan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar. Dengan demikian, produk kerajinan kita dapat bersaing ke pasar global.

Wilayah Likupang cukup besar, terdiri dari Likupang Barat, Timur dan Selatan. Bila dihitung, 3 wilayah tersebut memiliki luas ratusan kilometer. Jarak dan infrastruktur masih menjadi kendala bagi pengrajin di daerah ini. Oleh karena itu pelatihan kerajinan rakyat, pendidikan kecakapan wirausaha, dan digitalisasi kewirausahaan untuk mendukung pariwisata super prioritas Likupang akan menjadi sangat penting.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan Sinergi antara Kementerian Perhubungan, Dekranas dan Dekranasda, serta Mitra Kerja dalam membimbing, melatih, dan mendampingi peserta Pelatihan Kriya sesuai kebutuhan kerajinan daerah setempat.

Selain itu, kata Endang, Kemenhub juga akan menambah wawasan pengrajin dengan pembelajaran kewirausahaan dengan pokok bahasan antara lain Wirausaha bidang Kriya, Product Development, Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, serta Pendampingan Rintisan Usaha dengan pokok bahasan Pemasaran dan penjualan konvensional dan E-marketing digital.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Ditjen Perhubungan Laut, Suheni Agus H. Purnomo mengatakan, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dalam berinovasi dan berkreasi para pengrajin di wilayah Sulawesi Utara agar dapat menghasilkan produk kerajinan tangan unggulan, meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam, seni, budaya dan kearifan lokal di wilayah Sulawesi Utara, meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan unggulan melalui efektivitas promosi dengan memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan unggulan di wilayah Sulawesi Utara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sekolah di bawah Kementerian Perhubungan, yaitu Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara. Adapun materi pelatihan yang akan disampaikan antara lain materi kewirausahaan, pelatihan kerajinan tangan, serta promosi dan distribusi. 

Peserta pelatihan berjumlah 59 orang yang terdiri dari keluarga besar Kementerian Perhubungan, pengrajin serta TNI dan Polri di Wilayah Sulawesi Utara yang terbagi dalam 5 kelompok kerajinan, Kelompok Kerajinan Wastra, Kelompok Kerajinan Kaos dan Masker, Kelompok Kerajinan Rotan Tikus, Kelompok Kerajinan Patung Kayu, dan Kelompok Kerajinan Batok Kelapa.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, Moejiono. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dengan memberikan tambahan kompetensi bagi para pengrajin. 

Kompetensi yang diberikan tidak hanya terkait dengan kerajinan yang diproduksi, namun juga bagaimana mengelola kerajinan tersebut menjadi produk yang marketable dan bisa diandalkan menjadi pendapatan masyarakat di Likupang dan sekitarnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post