Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

DBS Akuisisi Dua Unit Bisnis ANZ

CEO ANZ Indonesia Joseph Abraham (kanan) saat menghadiri acara ANZ Economic Outlook 2015 "Towards A New Equilibrium" di Jakarta. (Antara Foto/Teresia May)

Bisnis ritel dan wealth yang dijual ANZ meliputi 11 miliar dolar Australia gross lending assets, 7 miliar dolar Australia dalam ATMR (credit risk weighted assets) dan 17 miliar dolar Australia dalam bentuk deposito yang terhitung sejak September 2016.

JAKARTA - Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ) memutuskan menjual unit bisnisnya kepada Development Bank of Singapore Limited (DBS).

Keputusan menjual asset ANZ kepada DBS diungkapkan Shayne Elliott, Chief Executive Officer ANZ. Elliott mengatakan pihaknya mencermati bahwa lingkungan bisnis yang dihadapi telah banyak berubah dan untuk membuat perbedaan yang substansial bagi nasabah dibutuhkan investasi yang besar.

"Besarnya investasi tersebut tidak sejalan dengan hasil yang akan didapatkan. Prioritas strategis kami adalah untuk menjadi bank yang dikapitalisasi dengan lebih baik dan lebih sederhana, serta lebih seimbang yang akan memfokuskan diri pada daerah-daerah yang menarik di mana nantinya kami akan dapat mengukir kemenangan," kata Elliott di Jakarta, Senin (31/10).

Elliott menambahkan langkah ini bukan berarti ANZ meninggalkan Asia, tapi hanya mengalihkan strategi bisnis ANZ dari perbankan retail konsumen ke fokus yang lebih besar pada bisnis perbankan besar dan pembiayaan perdagangan.

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya percaya DBS dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi sekitar 1,3 juta nasabah ritel ANZ di Asia. DBS juga menyetujui untuk mengambil sebagian besar karyawan ANZ di lima negara.
 

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post