Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Dapat 'Kartu Kuning', Jokowi Tidak Tersinggung

Presiden Jokowi 'dikartu kuning' oleh Ketua BEM UI. (Antara Foto/ Indrianto Eko Suwarso)

Presiden Joko Widodo tidak mempersoalkan aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), yang mengacungkan buku kuning saat Dies Natalis ke-68 UI pada Jumat (2/2/2018).

JAKARTA-KABARE.ID: Ada kejadian tidak biasa setelah Presiden Joko Widodo mengakhiri sambutannya dalam Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia.

Ketika Presiden hendak berfoto bersama dengan rektor UI Muhammad Anis dan meresmikan Forum Kebangsaan, tiba-tiba seorang pria yang mengenakan batik lengan panjang meniupkan peluit dan mengacungkan buku berwarna kuning.

Pria itu diketahui adalah Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa. Buku kuning diacungkan katanya, untuk menunjukkan "kartu kuning", sebagai tanda peringatan kepada Presiden Joko Widodo.

Sontak aksi tersebut diamankan oleh Anggota Pasukan Pengamanan Presiden yang langsung menggiring Zaadit keluar.

"Terhadap aksi ini Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP seperti dikutip Antara.

Johan mengatakan, menurut penjelasan yang ia peroleh, buku kuning yang diacungkan Zaadit adalah buku lagu-lagu yang dinyanyikan saat acara Dies Natalis tersebut.

Sementara Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan bahwa sikap Zaadit itu adalah aspirasi mahasiswa dan bukan sikap UI.

"Dapat kami sampaikan, aksi tersebut adalah murni aspirasi pribadi mahasiswa yang bersangkutan dan ke depan, kami berharap setiap sivitas akademika UI diperkenankan menyampaikan pendapatnya namun tetap menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama," kata Rifelly.


Makna Kartu Kuning Zaadit

Tidak lama setelah aksinya memberi presiden 'kartu kuning' Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa menggelar jumpa pers.

Zaadit mengatakan, 'kartu kuning' itu adalah peringatan kepada Jokowi, bahwa masih banyak tugas-tugas Jokowi yang belum selesai dan harus dikerjakan.

"Pertama terkait kasus gizi buruk di asmat, seperti kita ketahui sampai hari ini sudah ada 72 orang korban meninggal di kasus luar biasa tersebut," tegasnya.

Ia juga mengkritisi soal wacana pengangkatan penjabat gubernur dari kalangan Polri aktif. Selain itu, BEM UI juga menolak draf Permendikti tentang organisasi mahasiswa yang dinilai akan mengekang dan membatasi pergerakan mahasiswa. (ant/det/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post