Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Daerah Perbatasan di Wondama Kekurangan Guru

Ilustrasi - Anak-anak di Kampung Maisiepi Manokwari saat mengikuti gerakan literasi yang dilaksanakan relawan.(ANTARA/Toyiban)

Proses belajar mengajar sering terputus karena jumlah guru terbatas. Bahkan ada sekolah di Distrik Teluk Duairi yang hanya memiliki dua orang guru.

WASIOR – KABARE.ID: Penyelenggaraan pendidikan di kampung perbatasan sebelah selatan kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dinilai jauh tertinggal dibandingkan daerah lain.

Seperti halnya terjadi di Distrik Teluk Duairi. Proses belajar mengajar sering terputus karena jumlah guru terbatas. Bahkan ada sekolah yang hanya memiliki dua orang guru.

“Banyak sekolah kekurangan tenaga guru sehingga proses belajar mengajar di sekolah tidak berjalan dengan baik,” kata Kepala Distrik Teluk Duairi, Derek Korwa. (Antaranews.com, Agustus 2019)

Dia mencontohkan di SD Negeri Yopanggar yang hanya memiliki dua orang guru. Akibatnya kemampuan belajar peserta didik tidak maksimal.

Ia mengaku sudah melaporkan persoalan itu kepada Dinas Pendidikan. “Bulan lalu, saya sudah menghubungi pihak Dinas Pendidikan, tolong tempatkan guru di SD Yopanggar. Kami berada di daerah perbatasan, kalau seperti ini harusnya malu dengan tetangga,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Dinas PU ini berharap usulan penambahan guru di SD Yopanggar bisa segera dijawab agar anak-anak di kampung paling selatan di Wondama itu tidak kehilangan masa depan karena tidak mendapatkan pendidikan yang baik.

“Saya harap bisa ditindaklanjuti di tahun ajaran baru ini. Guru-gurunya dilengkapi sekaligus dengan fasilitas lengkap, sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar,” tandas Korwa. (ant/bas)

 

Sumber: Antara
Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post