Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Curah Hujan Tinggi, Ancam Produktivitas Petani

Biaya tambahan petani. (Antara Foto/Umarul Faruq)

Petani menyiapkan plastik mulsa untuk ditanami buah melon di areal persawahan kawasan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/1). Akibat intensitas hujan beberapa hari terakhir memaksa petani di daerah tersebut mengeluarkan biaya tambahan untuk plastik mulsa perak.

Jakarta - Tingginya curah hujan sepanjang tahun 2016 ternyata berimbas buruk bagi petani di Indonesia. Asosiasi Produsen Benih Hortikultura Indonesia (Hortindo) menyatakan produksi benih sejumlah jenis sayuran di Indonesia selama 2016 anjlok. Hujan sepanjang musim menjadi penyebab utama benih sayuran tersebut menurun.

“Produksi benih seperti kacang panjang diperkitakan turun sebanyak 50%. Selain itu, produksi benih cabai dan tomat juga diprediksi turun masing-masing sebanyak 15% dan 5%,” ujar Afrizal Gindow Ketua Umum Hortindo di Jakarta, Kamis (5/1)

Hujan yang turun sepanjang musim, menurut Afrizal, membuat proses pembungaan tidak terjadi dengan baik. Demikian pula dengan proses pengeringan benih. Hortindo memperkirakan pada 2017 ini kondisi iklim di wilayah Indonesia masih belum banyak berubah. Maka dari itu, Hortindo mengimbau kepada pemerintah untuk waspada terhadap dampak dari kelangkaan benih hortikultura pada tahun ini.

"Tahun lalu saja kebutuhan benih hibrida diperkirakan mencapai 14 ribu ton, sedangkan permintaan benih setiap tahunnya diperkirakan naik sebesar 10-15%," katanya.

Sebagai wadah asosiasi produsen benih yang saat ini beranggotakan 13 perusahaan, Hortindo telah melakukan sejumlah terobosan untuk menyelesaikan masalah dalam hal menjaga volume produksi benih hortikultura. Di antaranya dengan membantu petani di Jawa Timur untuk memasang shelter atau pelindung tanaman dari curah hujan yang tinggi.

"Penggunaan pelindung tanaman terbukti dapat mengurangi kegagalan produksi benih akibat curah hujan tinggi," ucapnya.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post