Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
Komunitas

Cuaca Ekstrim Picu Lonjakan Harga Ikan Hingga Pembatalan Jadwal Pelayaran

Jual beli ikan. (Antara Foto/Aguk Sudarmojo)

Minimnya persediaan ikan nelayan akibat dari cuaca ekstrim perairan Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan harga ikan segar di sejumlah pasar mengalami kenaikan. Selain itu gangguan cuaca buruk juga menyebabkan beberapa pelayaran di daerah Kupang dibatalkan.

Kupang - Banyaknya nelayan tidak melaut karena gelombang tinggi membuat pasokan ikan segar dari nelayan ke pasar tradisonal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai berkurang. Kondisi ini mengakibatkan harga ikan segar di pasar melonjak. Ikan cakalang misalnya naik menjadi Rp65 ribu per ekor dari harga normal Rp45 ribu per ekor, dan tuna naik dari Rp100 ribu per ekor menjadi Rp150 ribu per ekor.

Matheos, salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang mengatakan, kenaikan harga itu karena ikan dari nelayan mulai langka. “Harga ikan naik dari nelayan yang membuat harga di pasar juga ikut naik. Nelayan yang tidak melaut tersebut kini menyelamatkan perahu mereka dari terjangan gelombang di sisi kanan TPI setempat,” ungkap Metheos di Kupang, Selasa (3/1).

Selain berdampak terhadap harga ikan di pasaran, cuaca buruk juga memaksa sejumlah perusahaan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery Cabang Kupang membatalkan tiga pelayaran yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Tiga pelayaran itu ialah rute Kupang tujuan Aimere (Ngada), Kupang-Waingapu (Sumba Timur), dan Kupang-Larantuka (Flores Timur). Sedangan pelayaran yang buka ialah rute Kupang-Rote dan Kupang-Kalabahi. "Berhubung terjadi cuaca ekstrim, pelayaran dibatalkan," kata Arnoldus Yansen, Kepala ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang.

Cuaca buruk masih terus melanda perairan NTT sejak 18 Desember 2016 yang memaksa ASDP melakukan buka tutup pelayaran. Akibat pembatalan pelayaran tersebut, penumpang yang sebelumnya datang ke pelabuhan, memilih kembali ke rumah masing-masing.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post