Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Cinta Para Pembuat Sagu di Tambrauw Papua Barat

Foto: Kementerian Pariwisata RI

Cinta masyarakat Tambraw kepada sanak saudara yang kembali pulang setelah lama merantau digariskan dalam tradisi barapen.

TAMBARAW-KABARE.ID: Barapen adalah tradisi memasak dalam ukuran besar dengan cara membakar semua bahan makanan yang akan disantap. Biasanya, bahan makanan yang digunakan yakni daging, sayuran, dan beberapa jenis umbi.

Pertama, salah seorang penduduk akan menggali tanah, selanjutnya disebut sebagai kolam. Lalu dasar kolam ditata dengan beralaskan daun pisang, diatasnya ditata daging, sayuran dan umbi. Kemudian, bagian atasnya kembali ditutup dengan daun pisang.

Selanjutnya, warga mengambil batu yang dibakar hingga berwarna merah. Batu diturunkan di atas daun pisang sampai merata, hingga seluruh makanan yang dibungkus daun pisang itu matang.

Semua batu yang akan digunakan untuk memasak, dibakar dalam sebuah lubang yang dibuat di tanah. Teknis dalam memasak dengan Upacara Barapen biasanya dilihat dari panas yang sudah diterima oleh batu.

Ketika batu dirasa sudah panas, maka tumpukan batu akan dibuka sebagian. Lalu semua sayuran dimasukan ke tengah- tengah celah batu yang tadi dibuka dimana daging ditempatkan di tengah- tengah sayuran sebelum celah batu kembali ditutup.

Walaupun dimasak dengan cara yang berbeda dari makanan pada umumnya, makanan yang dimasak dengan cara barapen tetap terasa lezat. Menariknya, lemak daging yang dibakar bersama makanan lain itu pun hilang. Karena, lemaknya terserap ke dalam sayuran.

Tradisi Barapen adalah tradisi yang mengajarkan bagaimana cara menciptakan dan menguatkan kebersamaan antar sesama manusia di suatu daerah atau suku.

Dalam pelaksanaan barapen, seluruh warga yang terlibat melaksanakan seluruh persiapan, proses, hingga upacara makan secara bersama.

Barapen merupakan tradisi tertua yang ada di Papua. Niat dalam pelaksanaannya yakni mengungkap rasa syukur serta persaudaraan.  

Barapen biasanya juga dilakukan sebagai tradisi upacara kematian dengan arti kembali pulang. Inilah yang melatarbelakangi, makanan yang disantap dalam barapen biasanya berjumlah besar. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post