Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Christine Hakim: Batik Adalah Peradaban Manusia Indonesia

Artis kawakan Indonesia, Christine Hakim. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Christine Hakim mengaku sudah mengkoleksi batik sejak tahun 1976. Menurut Christine, batik adalah peradaban Indonesia yang harus dipertahankan.

JAKARTA-KABARE.ID: Artis kawakan Indonesia, Christine Hakim mengaku tidak punya alasan untuk menolak tawaran bermain dalam film pendek “Sekar” garapan sutradara muda berbakat, Kamila Andini. Apalagi, film ini membahas soal batik.

"Nggak ada alasan saya menolak. Saya mencintai batik. Batik bukan hanya sebatas material buat saya, melaikan sebuah peradaban manusia Indonesia," ujar Christine Hakim dalam acara pemutaran perdana film “Sekar” di galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila Mengandung Makna Perkabungan Nasional

Meski bermain dalam film pendek, Christine Hakim tidak menganggap sepele proyek ini. Ia berusaha untuk fokus dan memberikan yang terbaik. Meskipun ada perbedaan yang ia rasakan antara bermain film layar lebar dan film pendek

"Saya terbiasa dengan cara kerja dan waktu yang panjang. Ini semuanya singkat, tidak mudah buat saya. Saya mikir, gimana jadinya nanti ya. Rasanya baru mau mulai, tiba-tiba sudah jadi film,” ujar Christine.

Artis sekaligus pendiri Yayasan Titimangsa, Happy Salma. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Film “Sekar” diproduksi Happy Salma dan Ifa Isfansyah dalam naungan Titimangsa Foundation, Fourcolours Films, dan Bakti Budaya Djarum Foundation. Proyek ini bermula dari obrolan antara direktur program Bakti Budaya, Renitasari Adrian dengan Happy Salma. Obrolan kemudian berlanjut antara Happy Salma dengan Kamila Andini.

"Ketika menulis naskah, saya enggak kepikiran nama lain selain Bu Christine. Bu Christine juga memberi ide mengenai cerita dan saya merasakan kecintaan Ibu atas batik," ujar Andini.

Baca juga: Perdana Main Film Pendek, Christine Hakim: Ternyata Pendek Betul

Selaku produser dan founder Titimangsa Foundation, Happy Salma mengaku bersyukur aktris sekelas Christine Hakim mau terlibat dalam pembuatan film pendek.

"Alhamdulillah, Bu Christine mau support, mau ikut berkarya di film pendek ini yang bagaimana kita merayakan batik. Merayakan sebuah kehidupan, yaitu sebuah proses, merayakan sebuah napas peradaban," kata Happy.

Sekar Sari berperan sebagai Sekar dan Marthino Liu berperan sebagai Meru. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Film 'Sekar' mengangkat kisah seorang perempuan tunanetra bernama Sekar (diperankan oleh Sekar Sari) yang menjadikan batik buatan ibunya (Christine Hakim) sebagai seluruh dunianya. Ia mencintai seluruh bagian dari batik tanpa pernah melihatnya.

Setiap kali ibunya membuat batik dengan canting dan lilin, dia selalu ada di samping ibunya untuk mencium bau lilin, bau pewarna, suara kibaran kain, dll. Semua tentang batik adalah harmoni bagi Sekar.

Sekar Sari mengatakan, film ini mengisahkan hubungan antara ibu dan anak. Dia juga menjelaskan pandangan yang lebih dalam tentang persamaan hubungan tersebut dengan batik.

Baca juga: Ketika Dewa Kematian Tidak Lagi Tampil Menyeramkan

"Film ini juga relasi yang sangat erat antara ibu dan anak. Seperti batik, kadang kita enggak ngerti apa sih maknanya, tapi ternyata ada filosofinya. Itu adalah rapalan-rapalan doa. Cinta kasih ibu ke anak sangat abstrak, jadi kita harus mengaktifasi semua indra. Sama kayak batik, kadang tidak bisa dimengerti hanya dengan dilihat," kata Sekar Sari.

Film ini berdurasi 30 menit. Namun versi 8 menitnya bisa disaksikan di channel YouTube Indonesia Kaya mulai 2 Oktober 2018, yang bertepatan juga dengan Hari Batik Nasional. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post