Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Cerita Sukses Peternak Kambing Etawa dari Rembang

Wisatawan asing meminum susu kambing hasil perah di sentra peternakan kambing etawa Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (26/10). (Antara Foto/Budi Candra Setya)

Berbagai produk berbahan dasar susu etawa mulai marak dikonsumsi masyarakat di Indonesia seperti sabun susu, susu murni, yoghurt serta masker susu. Keberhasilan produk berbahan dasar susu etawa tidak lepas dari peran peternak yang tergabung dalam kelompok peternak kambing etawa.

Rembang - Bermodalkan tekad dan dana yang tidak banyak, pasangan ternak kambing etawa, Ragil Bambang Sumantri (34) dan Nurul Azizah memulai usaha pada 2006 silam. Mereka membeli delapan ekor kambing etawa untuk selanjutnya dikembangkan. Kambingnya makin berkembang setelah setahun kemudian Ragil membentuk Kelompok Tani Ternak (KTT) Margomulyo.

Untuk mengembangkan usahanya, Ragil dan 25 anggota kelompok ternak Margo Mulyo menjalin kemitraan dengan PT Semen Indonesia. Pinjaman lunak yang digelontorkan PT Semen Indonesia sebesar Rp25 juta per anggota sangat efektif untuk pengembangan sentra ternak kambing etawa di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang.

“Saat ini di KTT Margomulyo total ada 223 ekor kambing. Punya saya pribadi ada sekitar 60 ekor kambing. Kami akan terus mencoba mengembangkan semua potensi bisnis dari ternak kambing etawa ini, kami juga berharap kemitraan dengan Semen Indonesia dapat terus terjalin melalui penguatan modal usaha. Dengan demikin bukan tidak mungkin kedepannya, di daerah kami menjadi sentra peternakan kambing etawa," ujar Ragil, Kamis (27/10).

Istri Ragil, Nur Azizah menambahkan, untuk pengembangan bisnis dari produknya, saat ini ia sudah mendirikan beberapa agen penjualan di luar kota. Bahkan agen penjualan produk olahan susu itu ada yang sudah berdiri di Palembang Sumatera Selatan. Menurut Azizah, saat ini ia juga mulai melakukan pengembangan melalui pemasaran online. Pemasaran ini sudah mulai berjalan dengan sasaran beberapa kota luar Jawa, seperti Batam.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post