Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Cerita di Balik Patung Gajah yang Ada di Museum Nasional

Museum Nasional RI. (Foto: Pesona.travel)

Museum Nasional sering kali disebut dengan Museum Gajah karena memiliki patung gajah di bagian depannya. Tahukah kamu bahwa patung tersebut bukan patung biasa?

JAKARTA – KABARE.ID: Museum Nasional Republik Indonesia terletak di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Di museum ini kita bisa belajar tentang arkeologi, sejarah, etnografi, geografi, dan masih banyak lagi. Uniknya, buat beberapa kalangan, museum ini lebih akrab disebut dengan Museum Gajah, kenapa bisa begitu ya?

Jika Kamu sudah pernah datang atau hanya lewat di depan museum ini, pasti melihat ada satu patung gajah berukuran cukup besar di halaman depan. Ini bukanlah patung sembarangan, lho.

Patung berbahan perunggu tersebut merupakan pemberian dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand, yang pernah berkunjung ke museum ini pada tahun 1871.

Karena itulah museum ini akrab disebut dengan Museum Gajah, meskipun sejak 28 Mei 1979 sudah resmi bernama Museum Nasional Republik Indonesia. Patung gajah tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh di halaman gedung dan menjadi maskot utama museum ini.

Museum Nasional merupakan museum pertama dan terbesar yang ada di Asia Tenggara. Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya himpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778.

Baca juga: Janjang Saribu, The Great Wall of Koto Gadang

Salah seorang pendiri lembaga ini, JCM Radermacher, menyumbangkan rumah miliknya di Jalan Kalibesar, serta sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna. Sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Koleksi yang ada di museum Gajah luar biasa banyak, lebih dari 140 ribu benda. Koleksi ini terbagi dalam tujuh jenis koleksi, yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik-heraldik, etnografi, sejarah, dan geografi.

Salah satu koleksi museum ini adalah patung Bhairawa, yang merupakan patung tertinggi di Museum Nasional. Patung ini menggambarkan raksasa mengerikan sebagai perwujudan hasrat negatif. Bhairawa merupakan Dewa Siwa dalam salah satu perwujudannya.

Di sana juga ada Patung Buddha Dipangkara yang merupakan koleksi arca tertua. Patung ini terbuat dari perunggu yang disimpan dalam Ruang Perunggu dalam kotak kaca tersendiri. Sementara itu, arca Hindu tertua yaitu Wisnu Cibuaya terletak di Ruang Arca Batu.

Dengan koleksi yang banyak sekali, tak ada salahnya kan meluangkan waktu datang dan berwisata di Museum Nasional alias Museum Gajah ini, ya. (*)

 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post