Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Bupati Teluk Wondama Izinkan Umat Islam Sholat Ied di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Ilustrasi: Solat Id. (IST)

Kebijakan memperbolehkan umat Islam solat Id di masjid diambil Pemkab Teluk Wondama dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi Teluk Wondama yang hingga saat ini masih dikategorikan sebagai wilayah zona hijau dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). .

WONDAMA – KABARE.ID: Bupati Kabupaten Teluk Wondama, Bernadus A. Imburi mengizinkan umat islam di wilayahnya untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid. Namun Imburi menegaskan bahwa Sholat Idul Fitri yang diizinkan di masjid tentunya sudah memperhatikan fatwa atau edaran dari Majeslis Ulama Indonesia (MUI).

“Ditengah bencana Covid-19 Pemda Wondam masih termasuk zona hijau. Kita akan memasuki puncak hari raya umat Islam yaitu Idul Fitri. Shola Idul Fitri yang ke 1441 Hijiriah bagi umat Islam yang jatuh tepat hari Minggu 24 Mei boleh dilaksanakan di masjid masing-masing seizin pemerintah daerah. Edaran ini kami keluarkan dengan memerhatikan Fatwa MUI,” ujar Imburi, Senin (18/5/2020) ketika menggelar jumpa pers di Pendopo.

Meski diizinkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri atau Sholat ID di masjid, Imburi menegaskan seluruh umat Islam wajib memperhatikan protokol kesehatan dengan baik guna pencegahan penyebaran Covid-19.

“Satu hal lagi kami izinkan sebab PDP kita berjumlah 3 orang itu hasil pemeriksaan laboratorium di Makasar telah keluar pada Sabtu (16/5) hasilnya negatif, kita belum zona merah. Sholat Id bagi umat Islam di masing-masing masjid yaitu mereka yang lakukan sholat di masjid Manggurai, begitu juga dengan mereka yang di Wasior, Windesi, Warayaru, dan Rasiei. Laksanakan Sholat Id di masing-masing Masjid. Saya tegaskan Protokol kesehatan wajib bukan untuk diperhatikan saja tetapi untuk dilaksanakan.” tukas Imburi.

Dia juga menambahkan tak hanya umat Islam yang dalam waktu dekat ini merayakan hari raya tetapi umat Kristen dalam waktu dekat akan peringati hari Kenaikan Tuhan Yesus. Imburi menjelaskan tak ada edaran atau aturan baru bagi umat Kristiani masih tetap mengacu pada edaran Sinode yang dikeluarkan per 27 April 2020. Namun untuk edaran bagi Umat Islam sewaktu-waktu bisa berubah sebab masih ada 1 lagi PDP Wondama yang masih menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium Makasar.

“Besok kita rayakan Kenaikan Tuhan Yesus Ke surga, yang Kristen kita tetap pada edaran Sinode yaitu ibadah di rumah masing-masing, kami sudah lakukan koordinasi dengan sinode dan juga klasis kita ibadah di rumah masing-masing. Tetapi Edaran bagi umat Islam kita berdoa saja agar hasil tes 1 PDP di Makasar negatif sehingga tidak ada edaran baru lagi bagi umat islam yang melakukan sholat Id,” tutur Imburi.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Kabupaten Teluk Wondama dr. Yoce Kurniawan mengatakan bahwa akan menyediakan beberapa tenaga medis bagi umat muslim yang akan menggelar solat Id di masjid. hal itu dilaksanakan agar dapat membatu para umat Islam mengikuti protokol kesehatan.

“Ada tenaga medis kami yang akan melaksanakan Sholat Id juga mereka kita tugaskan untuk menjaga dan mengarahkan protokol kesehatan bagi umat yang melaksanakan Sholat Id di masjid, mulai dari mengambil air wudhu sampi jaga jarak gunakan masker akan diperhatikan dengan baik oleh tenaga medis yang sudah kita tugaskan,” ujarnya. (*)

 

Sumber: reportasepapua.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post