Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Bupati Imburi Sebut Wondama Kekurangan Tenaga Pengajar

Akibat kondisi itu, banyak ditemukan lulusan SD di Wondama yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung.

WASIOR – KABARE.ID: Bupati Kabupaten Teluk Wondama, Bernadus Imburi angkat bicara terkait masih banyaknya lulusan SD bahkan SMP yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung), sebagaiman disorot oleh DPRD melalui pandangan umum fraksi terhadap RAPBD 2020.

Dalam materi jawab bupati yang dibacakan oleh Sekda Danny Simbar, pada rapat paripurna DPRD, Senin (2/12/2019), bupati mengakui memang fakta tersebut terjadi di wilayahnya. Ia menyebut wilayah Wondama, khususnya di daerah terpencil dan terdalam kekurangan tenaga pengajar dan minim infrastruktur pendidikan.

“Juga pola hidup masyarakat pada wilayah tertentu yang masih meramu (tradisi mencari buruan di hutan hingga berhari – hari) dengan berpindah tempat. Maka dalam kondisi itu, anak – anak akan mengikuti orang tua ke wilayah yang jauh dari sekolah, sehingga mereka tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” ujar Imburi.

Ke depan, keterbatasan seperti itu akan menjadi perhatian Pemda, sehingga layanan pendidikan pada setiap jenjang akan semakin baik. “Selain itu tidak kalah pentingnya adalah peranan orang tua sebagai kunci keberhasilan anak – anak,” ujar Imburi.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari kunjungan reses DPRD, salah satunya ke SMP YPK Aitumieri, Wasior diketahui sedikitnya 20 siswa kelas 7 belum bisa calistung dengan baik. Pihak sekolah terpaksa menyiapkan kelas khusus untuk para siswa itu agar mereka bisa lancar calistung.

Atas temuan itu, DPRD melalui fraksi Adil Makmur mengusulkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola pembelajaran di tingkat SD agar ke depan tidak ada lagi lulusan SD yang tidak tahu calistung. (*)

 

Sumber: Kabartimur.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post