Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Buku-buku Obor Dalam Spirit Habis Gelap Terbitlah Terang

Ketua Dewan Pembina YPOI, Taufik Abdullah. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Yayasan Pustaka Obor Indonesia mempersembahan Hari Kartini untuk pembaca dan penulis Obor dengan menggelar bedah buku dan pembacaan puisi.

JAKARTA-KABARE.ID: Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) menggelar acara bincang buku dan baca puisi dalam rangka menyambut hari kelahian R.A. Kartini di Kantor YPOI, Jalan Plaju no 10, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).

Mengusung tema 'Buku-buku Obor Dalam Spirit Habis Gelap Terbitlah Terang' acara ini dimeriahkan dengan bedah buku karya penulis Obor dan dimeriahkan juga dengan pembacaan puisi oleh beberapa sastrawan Indonesia.

"Puisi itu penting karena mewakili kebebasan berimajinasi," ujar Ketua Dewan Pembina YPOI, Taufik Abdullah saat memberikan kata sambutan.

Taufik menyebut, masalah-madalah yang ada di Indonesia hampir serupa dari tahun ke tahun. Bahkan ia merangkum inti permasalahan yang terjadi di Indonesia masih sama sejak era reformasi.

"Masalah kita sejak era reformasi adalah krisis imajinasi. Apa yang dikatakan para ahli dan tokoh sejak reformasi hampir sama sampai saat ini, hanya cara penyampaiannya saja yang berbeda," ujarnya.

Hal tersebut dikatakan Taufik lantaran masih rendah minat baca di kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga persoalan-persoalan kecil bisa dibesar-besarkan dan dapat dijadikan alat untuk menggoncang keharmonisan bermasyarakat.
 

Sesi foto bersama di acara Buku-buku Obor Dalam Spirit Habis Gelap Terbitlah Terang. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Di tengah gempuran penerbit-penerbit baru dan perkembangan zaman yang semakin cepat, Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) berusaha untuk tetap mencerdaskan bangsa dengan menerbitkan 6-7 judul buku setiap bulan.

YPOI adalah badan hukum yang dibentuk pada 1978 sebagai lembaga yang aktif di bidang kebudayaan dengan menerbitkan karya-karya dari penulis lokal.

Selain itu YPOI juga menerbitkan buku-buku mengenai kemanusiaan dan hak asasi manusia serta menerjemahkan buku-buku terpilih disertai dengan kata pengantar untuk memunculkan wacana intelektual orang Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai pengantar dan pengenal bidang ilmu tertentu untuk digunakan di kalangan perguruan tinggi. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post