Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Budaya Tradisi Keluarga Bentuk Karakter Anak

Ilustrasi anak belajar (creativeimages)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pengasuhan yang terbaik ialah yang lahir dari tradisi keluarga.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, proses mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya meningkatkan pengetahuan keterampilan peserta didik, melainkan yang terpenting adalah menjadikan anak memiliki sikap atau karakter yang baik dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya, juga budaya tradisi keluarga.

“Orang tua harus membiasakan anak membaca, membaca apa saja. Kalau anak itu sudah kita biasakan membaca, tidak usah disuruh membaca pun, anak akan membaca. Makanya bagaimana kita membangkitkan lingkungan baca itu juga menjadi sangat penting,” ujar Mendikbud Muhadjir dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (2/11/2018).

Mendikbud mengatakan, salah satu contoh orang tua yang menerapkan budaya tradisi keluarga adalah Sarwini, seorang tukang becak dari Kota Cilegon, Banten, yang menerima Apresiasi Pendidikan Keluarga untuk Kategori Keluarga Hebat dari Kemendikbud karena berhasil menguliahkan anaknya di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga lulus S1, dan saat ini sedang menjalani program pascasarjana untuk S2.

“Saya tidak bisa menjawab ketika anak saya bilang ingin kuliah di ITB. Ya, tahu sendiri, penghasilan sebagai tukang becak tidak cukup, apalagi cita-cita anak saya tinggi sekali. Saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung serta mendoakan yang terbaik untuk anak saya. Alhamdulilah anak saya telah lulus S1 di ITB dan sedang menjalani S2 juga di ITB,” tutur Sarwini.

Selain Sarwini dan istrinya, Durah, pasangan orang tua yang menerima Apresiasi Keluarga Hebat lainnya adalah Esin dan Komariah (tukang becak dan tukang sayur keliling), (Almarhum) Lahadalia dan H. Nurjani (tukang bangunan dan asisten rumah tangga), Teguh Tuparman dan Sri Retnanik (satpam dan ibu rumah tangga), Jafar Sidiq dan Nur Afifah (karyawan swasta dan ibu rumah tangga). 

Kemudian, David Haliyanto dan Ni Wayan Luh (karyawan swasta dan ibu rumah tangga), Henry Ridho dan Laila Sari (teknisi teknologi informasi dan konsultan pendidikan), (Almarhum) Slamet dan Suharni (konsultasi transportasi dan guru honorer), Toha Sinaga dan Juniar Simbolon (jasa transportasi dan ibu rumah tangga), serta Suprianab dan Beski (teknisi elektronik dan ibu rumah tangga).

Mendikbud berharap penghargaan untuk para orang tua hebat bisa menjadi teladan kepada orang tua lain, terutama kepada pasangan-pasangan muda yang sedang membesarkan anak-anaknya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post