Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Budaya Dayak Jadi Kekuatan FBIM 2019

Konferensi pers Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019. (Foto Kemenpar RI)

Karena keunikannya, Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019 menjadi ajang budaya yang dinanti sehingga dapat terus berjalan hingga kini memasuki tahun ke-26.

PALANGKARAYA-KABARE.ID: Keunikan budaya masyarakat etnik Dayak dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi daya tarik tersendiri di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang digelar di Kota Palangkaraya pada 18-24 Mei 2019.

Tahun ini FBIM mengangkat tema “Eksistensi Kearifan Lokal Menuju Kalteng Berkah”.

Festival ini digelar beriringan dengan Festival Babukung 2019, yaitu upacara ritual kematian (Upacara Tiwah) Suku Dayak yang berlangsung di Kabupaten Lamandau pada 18-22 Juli 2019.

Kedua festival ini juga akan dipadukan dengan atraksi wisata Tanjung Puting sebagai konservasi orangutan yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisman.

Sekwilda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan bahwa Kota Palangkaraya sebagai tempat penyelenggaraan FBIM 2019 mempunyai daya tarik sebagai ‘paru-paru dunia’. Palangkaraya juga menjadi ‘jantung Borneo (Heart of Borneo)’ yang mencakup 3 negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Penyelenggaraan FBIM 2019 menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta kontes kecantikan wisata Kalteng.

Acara juga akan dirangkai dengan ‘Kahayan Boat Festival’ yang menampilkan rally sampan, jukung hias, besei kambe, balap klotok, perahu kuliner yang berlangsung di Palangkaraya pada Juni 2019.

Sedangkan pada September dan Oktober 2019 akan berlangsung event ‘Tiwah’ atau upacara ritual kematian tingkat akhir bagi Suku Dayak di Kalteng.

Penyelenggaraan FBIM 2019 dimeriahkan dengan lomba kesenian yakni Karnaval Budaya, Pemilihan Putra-Putri Pariwisata, Tari Daerah, Lagu Daerah, Sepak Sawut, dan Masakan Tradisional. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post