Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

BPI: Indonesia Perlu Promosi Film di Luar Negeri

Ilustrasi: "Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak", merupakan salah satu film Indonesia ynag meraih banyak pemghargaan di festival film internasional. (Dok. Cinesurya)

Badan Film Indonesia (BPI) telah menyoroti perlunya pemerintah Indonesia untuk merumuskan strategi utama untuk memaksimalkan promosi film Indonesia di luar negeri.

JAKARTA-KABARE.ID: Ketua Bidang Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri BPI, Dimas Jayasrana menyatakan bahwa festival film di berbagai negara adalah salah satu sarana untuk mempromosikan film Indonesia.

Dia mengatakan tujuan utama di balik partisipasi Indonesia dalam festival film asing di berbagai negara adalah untuk membangun komunikasi dan yang harus diterapkan melalui strategi dan konsep yang disiapkan dengan baik.

"Tujuan utamanya adalah komunikasi. Namun, kita harus menentukan apa pencapaian komunikasi, yaitu, diplomasi, sosial budaya, dan tujuan pendidikan. Semakin beragam film Indonesia dan semakin banyak diputar di luar negeri, maka semakin banyak peluang akan terbuka," kata Jayasrana seperti diberitakan Antara, Kamis (18/10).

Menurut Jayasrana, institusi terkait perlu melakukan manajemen yang baik, termasuk memilih film dan menyediakan film Indonesia yang akan dipamerkan dalam festival film asing. Menurutnya, film-film harus dipilih dari berbagai genre melalui proses menyeluruh untuk memastikan film memenuhi syarat untuk diputar di luar negeri.

"Salah satu masalahnya adalah tidak adanya katalog yang menjelaskan jumlah setiap genre yang kami miliki, seperti film pendek, film panjang, dokumenter, animasi, dan fiksi," kata Jayasrana.

Dia mengatakan pemerintah harus memiliki katalog yang berisi koleksi film yang dapat diputar di festival film luar negeri. Pemerintah harus membeli hak cipta dari film-film tersebut, sehingga mereka dapat dimasukkan dalam katalog. Dengan itu, katalog akan siap digunakan kapan saja.

Film dalam katalog dipilih dan akan diputar selama festival film di luar negeri sesuai dengan tema. Jika kita ingin mempromosikan pariwisata, tentu saja, kami memilih film yang diatur di situs wisata Indonesia, kata Jayasrana. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post