Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

BMKG Prediksi 7 Provinsi di Indonesia Alami Kekeringan

Ilustrasi kekeringan. (Foto: Antara)

BMKG memprediksi 7 provinsi di Indonesia mengalami kekeringan.

JAKARTA - KABARE.ID: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah daerah di Indonesia berpotensi dilanda kekeringan meteorologis hingga 20 hari ke depan. Daerah-daerah berstatus waspada hingga awas bakal menghadapi kekurangan pasokan air serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG dalam keterangan pers memaparkan, prediksi ini berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian. Dari hasil monitoring tersebut, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Waspada ada tujuh provinsi di antaranya, Bali, khususnya di Kota Denpasar dan di Kabupaten Cianjur serta Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
 
Kemudian, di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Demak dan Kabupaten Karanganyar. Di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kota Surabaya, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Trenggalek. Di Provinsi Maluku, daerah yang berstatus Waspada, yakni Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar.

Di Nusa Tenggara Barat, daerah yang berstatus Waspada mengalami kekeringan yakni, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Lalu, di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Alor, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga yakni, Bali di Kabupaten Buleleng, Provinsi DI Yogyakarta, di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Sleman.

Di Jawa Tengah, yang berstatus Siaga yakni, Kabupaten Jepara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonogiri. Di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, dan Kabupaten Situbondo.

Selanjutnya di Nusa Tenggara Barat, yakni Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Di Nusa Tenggara Timur, daerah berstatus Siaga kekeringan yakni, Kabupaten Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kemudian wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas, yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang.

BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang wilayah berada dalam daftar di atas untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian, yaitu berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian. "Di samping itu, pada sektor lingkungan, yaitu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga," kata BMKG. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post