Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Berlibur ke Pangandaran Kini Bisa Naik Kereta

Salah satu spot di Pantai Pangandaran. (Foto: Kemenpar)

Peresmian rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar - Bandung - Gambir (PP) dilakukan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

JAKARTA-KABARE.ID: Menurut Wagub Uu, Kabupaten Pangandaran berpotensi besar menjadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Penambahan dan mempermudah aksesibilitas diharapkan bisa membuat geliat ekonomi bisa bergairah.

"Saya meminta (rute kereta api) ini supaya gencar dilakukan promosi. Supaya banyak calon penumpang yang memanfaatkan layanan ini," katanya.

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong. Pemesanan Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun, dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Baca juga: Destinasi Digital Pasar Rimba Belitung Menjelma jadi Sentra Holtikultura

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan KA Pangandaran relasi Gambir - Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat pembelian tiket melalui loket, KAI Access, dan Website KAI. Pembelian tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di ticket vending machine.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya.

Baca juga: Lolai, Negeri di Atas Awan Toraja

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Indonesia. Terutama meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan. "Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing," sebutnya.

Baca juga: Jember Punya Wisata yang Mirip Negeri Belanda

Dalam kesempatan lain, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh stakeholder untuk mendukung sektor pariwisata. Menurutnya aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama berkembangnya kepariwisataan.

"Saya selalu mengatakan, perkembangan kepariwisataan itu rumusnya 3A, aksesibilitas, amenitas serta atraksi. Kalau atraksi, pangandaran sudah tidak diragukan. Dengan penambahan aksesibilatas ini saya yakin pariwisata Pangandaran akan cepat berkembang," ujar Menpar Arief. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post