Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Berkunjung ke Makam Para Raja Mataram di Kotagede

Foto: njogja.co.id

Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam area pemakaman ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Salah satunya tidak boleh menggunakan perhiasan dan alas kaki.

MATARAM - KABARE.ID: Kerajaan Mataram adalah kerajaan yang pernah mengalami kejayaan di dua masa yang berbeda. Pertama, Kerajaan Mataram yang berdiri sekitar abad ke-8, dan kedua adalah Mataram Islam yang ada di abad ke-17.

Bila melihat jejak yang ditinggalkan Kerajaan Matarm kuno biasanya berupa candi, maka lain dengan Kerajaan Mataram Islam yang memberikan peninggalan makam. Di Yogyakarta sendiri terdapat dua makam Raja-Raja Maratam, yakni di Imogiri dan Kotagede.

Makam Raja-Raja Kotagede menjadi makam tertua di antara keduanya. Di dalam kompleks pemakaman ini ada beberapa bangunan yang bisa dikunjungi, di antaranya Masjid Gedhe Mataram yang hingga kini masih sering dijadikan tempat peribadatan, sumber mata air yang dijadikan sebagai tempat mensucikan diri, dan juga area pemakaman yang dijaga dengan pintu gerbang.

Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam area pemakaman ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Bagi pengunjung wanita diwajibkan untuk mengenakan kain jarik dan kemben. Pengunjung laki-laki diharuskan mengenakan pakaian abdi dalem, berupa kain jarik dan blangkon.

Perlengkapan tersebut bisa disewa di rumah yang menjadi kesekretariatan area wisata tersebut. Aturan lain yang harus dipatuhi di area makam Raja-Raja di Kotagede ini yaitu tidak diperkenankan untuk memotret di dalam area pemakaman, tidak boleh menggunakan perhiasan emas, dan tidak boleh mengenakan alas kaki.

Hal tersebut dilakukan dengan alasan untuk menghormati para leluhur dan sudah menjadi tradisi bagi siapapun yang ingin berziarah ke tempat ini.

Pemakaman ini dibangun pada zaman kerajaan. Anda dapat melihat sentuhan arsitektur etnik khas kerajaan yang masih kental pada setiap bangunannya.

Perpaduan antara budaya Hindu dan Islam tergambar pada gapura yang menghubungkan setiap pintu masuk area wisata ini, dan juga Masjid Gedhe Mataram yang berdiri kokoh di dalamnya.

Jika Anda berkesempatan untuk berziarah ke pemakaman, Anda dapat melihat beberapa makam para pendahulu keluarga Kerajaan Mataram, antara lain makam Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati dan keluarganya.

Selain area pemakaman yang bisa Anda datangi, di sini juga Anda dapat menemukan pohon beringin tua yang diperkirakan sudah tumbuh sejak 500 tahun lalu. Konon pohon yang kini memiliki tinggi sekitar 30 meter tersebut ditanam langsung oleh Sunan Kalijaga. (*)

Basakoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post