Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Berebut Tahu Takwa Khas Kediri

Warga berebut gunungan berisi tahu takwa khas Kediri di Desa Toyoresmi, Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/9/2019). (Antara Foto/Prasetia Fauzani)

Tahu takwa adalah istilah lokal untuk membedakan nama tahun kuning dengan tahu putih. Istilah “takwa” berasal dari bahasa Tiongkok “Tauhu-wa” yang terdengar oleh telinga orang Jawa seperti takwa.

JAKARTA – KABARE.ID: Bersih desa pada bulan Suro (penanggalan Jawa) kerap dilakukan oleh masyarakat suku Jawa. Biasanya acara ini akan dimeriahkan dengan iring-iringan hasil bumi untuk disantap bersama sebagai simbolis rasa syukur kepada Tuhan Yang MAha Esa.

Seperti yang berlangsung di desa Toyoremi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Masyarakat mengarak tahu takwa keliling kampung sekaligus mempromosikan wilayah itu sebagai sentral perajin tahu.

Dilansir dari berbagai sumber, tahu takwa adalah istilah lokal untuk membedakan nama tahun kuning dengan tahu putih. Ada yang berspekulasi, istilah “takwa” berasal dari cara etnis Tiongkok yang menyebut “Tauhu-wa” yang terdengar oleh telinga orang Jawa seperti takwa.

Seperti diketahui, pada tahun 1900, terdapat ribuan warga Tiongkok yang bermigrasi ke Indonesia. Sebagian dari mereka kemudian memasuki wilayah Kediri. Imigran inilah yang diyakini merupakan pelopor pembuatan tahu kuning. Sementara warna kuning berasal dari pewara alami, yakni kunyit.

Hingga saat ini, keturunan dari mereka tetap melestarikan dan melanjutkan usaha dari para leluhur mereka. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post