Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Belasan Seniman Bali Ikut Festival Budaya di Maroko

Ilustrasi: Tari Pendet. (wikipedia)

Diplomasi budaya adalah cara ampuh untuk memperkenalkan tradisi dan budaya bangsa di kancah internasional. Sebanyak 14 seniman Bali ikut ambil bagian dalam Festival Budaya di Kota Fest, Maroko, Afrika yang digelar Juni mendatang.

BALI-KABARE.ID: Ketua Yayasan Tri Pusaka Sakti, I Nyoman Budi Artha mengatakan, sejak tahun 1930-an, seniman di Nusantara mulai melakukan diplomasi kesenian ke dunia internasional, sehingga mampu mengangkat dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Namun, sejak tahun 2000-an diplomasi melalui kesenian ke luar negeri menurun di tengah derasnya persaingan budaya kesenian, khusunya negara-negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Filipina, India, Taiwan, China, dan Jepang.

Berupaya mengulang sejarah, sebanyak 14 seniman yang terhimpun dalam Yayasan Tri Pustaka Sakti Desa Budaya Batuan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali ikut ambil bagian dalam Festival Budaya di Kota Fest, Maroko, Afrika selama dua minggu, pada 15-30 Juni 2018.

“Seniman Bali dalam kegiatan internasional tersebut menampilkan kesenian klasik kekebyaran, palegongan, dan petopengan, termasuk maestro tari I Made Jimat,” kata Ketua Yayasan Tri Pusaka Sakti, I Nyoman Budi Artha di Bali, Jumat (25/5), dikutip antaranews.com.

Selain tampil dalam kegiatan festival, para seniman tersebut juga akan melakukan workshop tentang berbagai jenis musik bali, di antaranya gamelan gambuh, gong kebyar, genggong, dan kecak.

Upaya tersebut untuk menambah wawasan dan menginformasikan secara mendalam tentang keindahan budaya serta kesenian Bali, kata Budi Artha.

“Keindahan budaya Bali khususnya kesenian bali, memang tak diragukan lagi, bahkan keindahan kesenian Bali telah dikenal dunia sejak tahun 1920-an, terbukti sejak itu banyak wisatwan mancanegara mengunjungi Bali,” ujar Budi. (bas/ant)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post