Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Belasan Merek Fesyen Indonesia Pamer Produk di Festival Mode Singapura

Purana, salah satu dari 14 merek Indonesia yang akan menampilkan produknya di festival mode Singapura, Rising Fashion 2018. (Instagram/puranaindonesia)

Sebanyak 14 merek fesyen Indonesia siap tampil dalam pameran kolaborasi Indonesia dan Singapura "Rising Fashion 2018" di Paragon Mall Singapura pada 1-30 Agustus 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dan Kedutaan Besar RI di Singapura siap memfasilitasi 14 merek fesyen Indonesia untuk mengikuti gelaran mode "Rising Fashion 2018".

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, tampilnya produk-produk Indonesia dalam festival mode di Singapura diharapkan mampu menembus pasar global.

“Singapura merupakan salah satu pusat mode di kawasan Asia serta salah satu negara tujuan utama ekspor produk fesyen Indonesia,” ujar Joshua dalam jumpa media di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Merek fesyen Indonesia yang dibawa ke "Rising Fashion 2018" di Singapura yakni Purana, Saul, Hunting Field, Maion Met, Pattent Goods, dan Oaksva Jevellery tampil pada 1-15 Agustus atau pada gelombang pertama.

Kemudian gelombang kedua (16-30 Agustus) yang tampil yakni Woodka, Bermock, Danjyo, Hiyoji, Alexalexa, D.Tale, Jefrry Tan, dan Diniira.

"Kami berharap pembukaan gerai toko pop up di Paragon Mall selama sebulan, 14 merek fesyen Indonesia tersebut dapat diterima oleh pasar Singapura dan nantinya ditampilkan secara permanen di negara tersebut," katanya.

Tahun lalu untuk yang pertama kali Rising Fashion digelar di Jakarta, sebagai rangkaian peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Bagi Indonesia fesyen merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif unggulan dan menurut data Outlook Kreatif 2017 subsektor tersebut menyumbang 54,54 persen atau 10,9 miliar dolar AS terhadap nilai total ekspor sektor ekonomi kreatif pada 2015.

Begitu juga subsektor mode memiliki nilai pendapatan negara terbesar pada 2016 yakni Rp166 triliun atau 18,01 persen terhadap PDB ekonomi kreatif. (ant/bas)


 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post