Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Belajar Pendidikan Karakter dari Pencak Silat

Ilustrasi: Siswa-siswi berlatih pencak silat. (Pixabay/AgusTriyanto)

Pertandingan cabang olahraga (cabor) Pencak Silat jenjang SMA di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 18-21 September 2018.

YOGYAKARTA-KABARE.ID: Winahyu Munawaroh adalah salah seorang peserta cabor Pencak Silat jenjang SMA di O2SN 2018. Siswi kelas XII dari SMA Permata Insani Banten itu mengaku sangat bersyukur bisa lolos ke tingkat nasional setelah rutin mengikuti seleksi O2SN sejak ia duduk di bangku SMP. Sayang, ia selalu gugur di tahap provinsi.

“Ini tahun terakhir saya bisa ikut O2SN sebagai pelajar. Alhamdulillah Banten kan kabupaten dan kotanya sedikit, jadi tidak terlalu ketat (persaingannya), tidak seperti Jawa Barat atau Jawa Tengah,” kata Winahyu usai tampil untuk nomor Tunggal di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (19/9/2018), seperti dikutip laman Kemdikbud.go.id.

Baca juga: Bekraf Habibie Festival Coba Membudayakan Teknologi di Indonesia

Bagi Winahyu, Pencak Silat bukan sekadar kegiatan atau seni bela diri, melainkan juga pendidikan karakter. “Di silat bukan cuma bela diri yang ditonjolkan, tapi spiritual juga, lalu sikap disiplin terhadap waktu, tidak meremehkan sesuatu, jadi ada pendidikan karakter,” ujar gadis berjilbab itu.

Ia pun berpesan kepada teman-teman di Tanah Air yang juga menekuni bidang olahraga agar tetap semangat dan pantang menyerah meski menemui hambatan. “Sesuatu itu pasti ada jalannya kalau kita mau dan berusaha,” ucap Winahyu.

Baca juga: Kisah Susy Susanti Diangkat ke Layar Lebar

O2SN 2018 mempertandingkan cabor Pencak Silat di semua jenjang, yakni SD, SMP, SMA, dan SMK. Ada dua kategori yang dipertandingkan, yaitu Tanding dan Tunggal.

Pada Pencak Silat Tunggal baik putra maupun putri, peserta harus menampilkan 14 jurus dalam waktu tiga menit. Ke-14 jurus yang ditampilkan antara lain jurus tangan kosong dan jurus dengan menggunakan senjata, yaitu golok dan toya.

Dalam menampilkan jurus, ada tiga hal yang menjadi penilaian juri, yaitu kebenaran jurus, kemantapan gerakan, dan waktu. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post