Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Belajar Gotong Royong dari Sehelai Kain Batik Gonggong

Foto: Kemendikbud RI

Pembuatan Batik Gonggong dapat menanamkan nilai mandiri dan gotong royong. Karena untuk menyelesaikan sehelai kain Batik Gonggong, diperlukan waktu sekitar 3-4 hari yang dikerjakan secara berkelompok.

BATAM-KABARE.ID: Provinsi Kepulauan Riau (Kepi) memiliki batik bermotif khas, yakni Batik Gonggong.

Gonggong adalah hewan laut yang bentuknya mirip dengan keong atau siput. Hewan ini banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Riau. Saking banyaknya, hewan ini menjadi inspirasi munculnya Batik Gonggong sebagai batik khas Kepri.

Pelestarian Batik Gonggong di Kepri cukup membanggakan. Bahkan pembuatan Batik Gonggong dipelajari di sekolah-sekolah di Kepri, termasuk di Kota Batam.

SMP Negeri 25 Kota Batam adalah salah satu sekolah yang mengajarkan siswanya membuat Batik Gonggong dalam mata pelajaran Seni dan Budaya. Proses pembuatan Batik Gonggong juga menjadi wadah dalam menanamkan nilai-nilai karakter.

Putri Aurelia, siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Kota Batam, mengaku tertarik membuat Batik Gonggong karena diajarkan di sekolah oleh guru mata pelajaran Seni dan Budaya. Baru-baru ini, sekolah mereka bekerja sama dengan Sanggar Batik Pak Mahendra yang berada di bawah binaan Ibu Walikota Batam, Marlin Agustina Rudi untuk praktek langsung membuat Batik Gonggong.

Menurut Putri, tahap yang paling menarik dari proses pembuatan Batik Gonggong adalah penyantingan (memberikan motif di kain dengan menggunakan canting) dan pada saat pewarnaan.

"Asyik, karena enggak bosen, bawaannya rileks," tuturnya saat ditemui di Pameran Gempita Hardiknas 2019 di Lapangan Engku Putri, Kota Batam, Kamis (25/4/2019).

Ia menambahkan, untuk menyelesaikan sehelai kain Batik Gonggong, diperlukan waktu sekitar 3-4 hari yang dikerjakan secara berkelompok. Satu kain bisa dikerjakan oleh dua atau tiga orang.

Guru Seni dan Budaya SMPN 25 Kota Batam, Sri Harse Hadyawati, mengatakan, Kota Batam sedang giat mempromosikan Batik Gonggong. Selain untuk memberikan pengetahuan seni dan budaya kepada anak-anak, pembuatan Batik Gonggong juga menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada siswa, antara lain nilai mandiri dan gotong royong.

"Di SMP kita arahkan supaya dia juga bisa berwirausaha. Mana tahu dia tidak bisa melanjutkan sekolah, jadi kita berikan bekal. Jadi anak-anak diarahkan membuat batik sekaligus bisa untuk bekerja, untuk mencari uang. Sekolah ini bukan mencari ilmu saja, tapi juga belajar untuk mandiri," ujar Sri Harse.

Selain itu nilai gotong-royong juga tercermin dalam pembuatan Batik Gonggong di SMPN 25 Kota Batam. Dalam prosesnya, para siswa dituntut untuk tekun, bersabar, dan menuangkan ide-ide kreatif dalam membuat sebuah karya. Kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi dengan sesama juga diperlukan dalam proses ini.

Gempita Hardiknas 2019 di Provinsi Kepulauan Riau berlangsung mulai Kamis (24/4/2019) di dua lokasi, yakni di Lapangan Engku Putri di Kota Batam, dan di Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.

Beragam acara meramaikan Gempita Hardiknas ini, antara lain pertunjukan seni, lomba mewarnai untuk anak PAUD/TK, pameran pendidikan, bazar buku, dan pemutaran film Indonesia dengan menggunakan bioskop keliling. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post