Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Belajar dari Selandia Baru Ketika Menghadapi Covid-19

Ilustrasi: Foto Istimewa

70 persen masyarakat Selandia Baru memiliki kebiasaan mengakses informasi yang terverifikasi, seperti surat kabar, televisi, dan radio. Konteks tersebut membantu masyarakat untuk mengetahui situasi yang terjadi setiap harinya.

JAKARTA - KABARE.ID: Aspek disiplin yang dijalankan masyarakat Selandia Baru merupakan kontributor penting dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) di negara mereka. Hal itu tidak lepas dari pengalaman masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan dengan berbagai ujian.

“Contohnya masyarakat beradaptasi dengan gempa yang sering terjadi di negara yang berada pada ring of fire ini. Masyarakat terbiasa dengan konteks krisis, dan mudah dinavigasi oleh pemerintahnya,” kata Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya pada Senin (11/5/2020).

Di samping itu, 70 persen masyarakat Selandia Baru memiliki kebiasaan mengakses informasi yang terverifikasi, seperti surat kabar, televisi, dan radio. Menurut Tantowi, konteks tersebut membantu masyarakat untuk mengetahui situasi yang terjadi setiap harinya.

Tantowi juga mengatakan bahwa ini tidak terlepas dari peran media massa di tengah pandemi Covid-19. Media massa di Selandia Baru tetap tidak meninggalkan daya kritis dan media sangat mendukung pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19.

“Mereka hanya memberitakan berita-berita keberhasilan dari pemerintah Selandia Baru dalam penanggulangan Covid-29 ini. Kemudian berita-berita kaitannya dengan policy dari pemerintah maupun dari badan-badan lain terkait pemerintah,” kata Tantowi.

Sementara itu, lanjut Tantowi media sosial tidak menjadi rujukan informasi bagi masyarakat Selandia Baru. Mereka lebih mengakses informasi dari media massa mainstream yang beritanya terverifikasi. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post