Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Belajar dari Ratna Sarumpaet: Hati-hati Sebar Berita Bohong

Ratna Sarumpaet resmi jadi tahanan Polda Metro Jaya. (Foto: Istimewa)

Ratna ditahan karena kasus kebohongan yang sempat menimbulkan polemik selama sepekan belakangan ini.

JAKARTA-KABARE.ID: Aktivis wanita Ratna Sarumpaet resmi jadi tahanan Polda Metro Jaya. Keputusan penahanan Ratna diumumkan setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan selama hampir 24 jam.

Ratna tampak berjalan keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan mengenakan kemeja berwarna oranye bertuliskan Dit Tahti atau Direktorat Tahanan dan Barang Bukti pada tengah malam tadi, Sabtu (6/10/2018).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan untuk Ratna pada tanggal 1 Oktober 2018, tetapi panggilan itu tak dipenuhi oleh Ratna.

Menurut Jerry, Ratna tak memberikan kabar mengenai alasannya tak menghadiri agenda pemeriksaan polisi.

Hingga pada hari Kamis (4/10/2018) sore polisi mendapatkan kabar bahwa Ratna akan meninggalkan Indonesia guna menghadiri sebuah konferensi internasional. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri untuk Ratna.

"Kami lakukan penangkapan (Ratna Sarumpaet) malam ini karena panggilan kita tidak diindahkan,” kata Jerry seperti diberitakan Tribunnews.com, Sabtu (6/10).

Dianggap tak kooperatif, polisi menaikkan status Ratna menjadi tersangka. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada Ratna dan melakukan penggeledahan di kediamannya yang terletak di Jakarta Selatan. Akhirnya, setelah 24 Jam polisi melakukan penahanan untuk Ratna.

"Jadi kenapa dilakukan penahanan, alasannya subyektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Argo mengatakan, Ratna akan ditahan di Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan. Argo menyatakan, Ratna dijerat pasal berlapis terkait tindakannya yang dinilai menyebarkan berita bohong soal penganiayaan yang dialaminya.

"Kami kenakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Kamis malam.

Kini Ratna harus menginap di balik jeruji besi Polda Metro Jaya hingga kasusnya layak disidangkan. (kom/tri/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post