Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Bekraf Dukung Pengembangan Batik Nusantara

Foto bersama kegiatan ToT Pengembangan Batik Nusantara. (Bekraf, Suryo)

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Training of Trainer (ToT) “Pengembangan Batik Nusantara” pada 4-6 Maret 2019 di Aloft Hotel Jakarta.

JAKARTA-KABARE.ID: Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama dengan Lembaga Diklat Profesi (LDP) Prima Indokompeten ini, digelar sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memelihara, menjaga dan mengembangkan warisan budaya nasional batik.

Training of Trainer Pengembangan Batik Nusantara merupakan program dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan ekosistem ekonomi kreatif khususnya ekosistem pengrajin batik maupun tenaga kerja yang terlibat dalam di dalamnya,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri dalam keterangan pers Bekraf, Rabu 6 Maret 2019.

“Kami bekerjasama dengan LDP mencoba memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan yang dihadapi. Salah satunya adalah dengan membekali pengetahuan bagi para instruktur batik sehingga mereka dapat melakukan transfer knowledge tentang batik ini dengan tepat,” sambung Poppy.

Baca juga: Dimension Data Serahkan Bantuan Sepeda untuk Lombok

Data Kementerian Perindustrian yang dikutip Bekraf menunjukkan bahwa ada 47.755 unit Industri Kecil Menengah (IKM) batik dan lebih dari 199ribu orang tenaga kerja yang terlibat.

Dari besarnya angka tersebut, baru sekitar 76,1 persen yang dinyatakan kompeten. Sementara, sisanya dinilai masih belum cukup kompeten.

"Bekraf dan LDP Prima Indokompeten bermaksud untuk memberikan pelatihan bagi para instruktur batik sehingga menjadi instruktur yang professional dan kompeten, serta  memiliki tiga aspek utama yakni, sikap dan pengetahuan yang baik, serta keterampilan yang mumpuni," ujar Poppy.

Baca juga: Sambut 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Rusia, Bakal Ada Pertunjukan Budaya Hingga Lomba Berhadiah

Program ToT ini diikuti oleh 20 peserta pelatihan dari berbagai latar belakang, antara lain: assessor batik, pemilik Lembaga Pelatihan Kompetensi (LPK) Batik, serta para pengrajin batik yang berasal dari Madura, Batam, Medan, Padang dan beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Direktur LDP Prima Indokompeten, Riza Radyanto menuturkan, peserta yang terlibat dalam program ToT ini merupakan peserta yang sebelumnya juga pernah mendapatkan fasilitasi Bekraf untuk Sertifikasi Profesi Batik melalui Deputi HKI dan Harmonisasi Regulasi Bekraf.

“Dengan fasilitasi ToT ini peserta diharapkan bisa menjadi instruktur profesional dan kompeten,” harap Reza.

Baca juga: Tiket KA Lebaran 2019 Sudah Bisa Dipesan Mulai 26 Februari

Dalam pelatihan ini peserta dibekali tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Diharapkan, mereka yang sudah dilatih bisa menerapkan ilmu yang didapat saat melakukan pelatihan di daerah asal.

Selain itu, mereka juga dibekali 8 unit kompetensi lainnya, yaitu kemampuan mempelajari kebutuhan pelatihan individu, menyusun program kerja, menyusun modul pelatihan kerja, mendesain media pembelajaran, mendesain pembelajaran inovatif untuk pelatihan, merencanakan penyajian materi pelatihan, melaksanakan pelatihan tatap muka, dan mengevaluasi kualitas program pelatihan.

Dari 20 peserta pelatihan ToT ini, nantinya akan dipilih beberapa peserta terbaik untuk diikutsertakan pada program lanjutan yakni Program Pengembangan Kapasitas Pengrajin Batik Daerah.  (rls/ftr/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post