Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Bekraf Ajak Pengusaha Bandung Ikuti Food Startup Indonesia 2019

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah membuka Sosialisasi Food Startup Indonesia di Aryaduta Hotel Bandung, Kamis (14/3/2019). (Bekraf, Asiska Riviyastuti)

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat subsektor kuliner mengalami peningkatan yang signifikan pada 2016 jika dibandingkan 2010 di Jawa Barat.

BANDUNG-KABARE.ID: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar roadshow Sosialisasi Food Startup Indonesia (FSI). Kali ini Bekraf mengunjungi Kota Bandung (14/3), setelah sebelumnya mengunjungi Padang (5/3) dan Medan (8/3).

Data BPS menunjukkan subsektor kuliner memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tertinggi dengan nilai Rp78.389,58 miliar pada 2016. Kenaikan sumbangan subsektor kuliner terhadap PDRB naik 2,12 kali lipat dan melebihi rata-rata kenaikan PDRB ekonomi kreatif Jabar.

Selain itu, pelaku usaha rintisan bidang kuliner Bandung juga sangat antusias mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan pada tahun lalu. Hal ini terbukti dari membeludaknya jumlah peserta dari 100 orang menjadi 250 orang. Bandung juga merupakan kota yang memiliki perwakilan pedaftar terbanyak di FSI 2018, yakni 35 brand dan 15 brand diantaranya lolos mengikuti demoday.

Baca juga: Bekraf Gelar Food Startup Indonesia di 10 Kota

“Secara nasional, subsektor kuliner merupakan penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif, yakni mencapai 43% dari Rp922 triliun pada 2016. FSI diharapkan membantu pengusaha rintisan di bidang kuliner mengembangkan usaha dengan menjembatani bertemu investor maupun mentor yang ahli di bidangnya,” ungkap Direktur Akses Non Perbankan Deputi Akses Permodalan Bekraf, Syaifullah dalam keterangan resmi Bekraf, pada 14 Maret 2019.

Acara yang dilaksanakan di Aryaduta Hotel ini menghadirkan Founder Ladang Lima, Raka Bagus yang merupakan Top 2 FSI 2017 untuk berbagi cerita dan pengalaman mengikuti FSI. Selain itu, ada pula Food and Beverages (FnB) Consultant Hasmono Group, Nurito Hendro Luky Hasmoro yang berbagi mengenai bisnis FnB. Perencana Keuangan, Hari Putra pun hadir memberi materi kelas keuangan untuk membantu pelaku usaha kuliner menyusun laporan keuangan.

Syaifullah berharap roadshow ini dapat meningkatkan awareness masyarakat, khususnya pelaku kreatif di subsektor kuliner mengenai FSI dan turut berpartisipasi. Pendaftaran Demoday Food Startup Indonesia dibuka pada 5 Maret-30 April 2019 yang bisa diakses melalui website www.foodstartupindonesia.com.

Baca juga: Bekraf Dukung Pengembangan Batik Nusantara 

Pengumuman 50 besar startup kuliner akan dilakukan pada 5 Mei. Sebelum Demoday yang akan dilaksanakan pada 8-10 Juli di Surabaya, 50 peserta tersebut akan mengikuti Kreatifood Expo 2019 pada 5-7 Juli yang dilaksanakan oleh Deputi Pemasaran Bekraf.

Startup kuliner yang dapat mendaftarkan diri merupakan pelaku yang memproduksi makanan kemasan, minuman kemasan, teknologi pangan, ingredients, food service, dan tidak memiliki aplikasi digital untuk memasarkan produknya.

“Demoday memberi kesempatan kepada peserta untuk terhubung dengan ekosistem pangan, seperti mentor, korporasi, perbankan, investor, dan instansi pemerintah untuk menganalisa produk, bisnis, serta pengembangan kapasitas diri maupun produksi,” imbuh Syaiful. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post