Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Batasi Obat Kimia, BPOM Sarankan Masyarakat Konsumsi Jamu

Ilustrasi: Rempah-rempah untuk membuat jamu. (Pixabay)

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merekomendasikan masyarakat untuk mengkonsumsi Fitofarmaka ketika sedang sakit. Fitofarmaka adalah jenis obat herbal yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis dan uji klinis.

JAKARTA-KABARE.ID: Selain fitofarmaka, produk yang direkomendasikan untuk mengganti obat kimia adalah jamu dan obat herbal terstandar (OHT). Ketiganya diharap bisa menjadi alternatif sehingga mengurangi beban program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Ke depan harapan kita akan menjadi alternatif dalam obat pengobatan Indonesia dan masuk ke dalam sistem JKN, menjadikan juga beban yang berkurang tentunya bagi JKN. Apabila ada alternatif, ada produksi dalam negeri yang akan terus kita kembangkan,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito, seperti diberitakan Jawapos.com, Rabu (21/11/2018).

Menurutnya, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang bisa dikembangkan. Sayangnya, ketersediaan bahan baku dalam negeri masih kurang. "Bahkan, masih bergantung pada impor sekitar 90-95 persen," jelas Penny. 

Ia memaparkan, keanekaragaman hayati biodiversitas Indonesia sangat beragam. Namun, banyak obat herbal yang belum dikembangkan. "Dari sekian banyaknya bahan alami, hanya 21 jenis yang sudah jadi produk fitofarmaka dan dikomersialisasi. Jauh di bawah Cina dan India yang sudah ratusan," tandasnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post