Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Barongsai Meriahkan Kongres Kebudayaan Indonesia

Ilustrasi: Penampilan barongsai. (Foto:Kabare.id/ Baskoro Dien)

Barongsai yang hadir di Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 merupakan Barongsai Naga dari Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia.

JAKARTA-KABARE.ID: Tiga ekor barongsai berwarna merah, kuning, dan hitam, meliuk-liuk menari di dalam Kompleks Kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Kamis siang (6/12/2018).

Gerakan lincah mereka diiringi musik yang dimainkan empat pemuda dengan menabuh tambur dan membunyikan simbal.

Kehadiran barongsai siang itu dalam rangka memeriahkan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018.

Pertunjukan barongsai di hari kedua KKI 2018 itu berlangsung dua kali, yakni pada siang dan sore hari. Selama kurang lebih setengah jam, barongsai tampil dan berkeliling Kompleks Kantor Kemendikbud, dari satu gedung ke gedung lain.

Para peserta KKI 2018 dan pegawai Kemendikbud pun antusias menonton dan mendokumentasikan pertunjukan barongsai yang jarang mereka lihat secara langsung.

Sekretaris Jenderal World Kungfu Dragon and Lion Dance Federation, Ripka Widjaja mengatakan, barongsai awalnya dilihat sebagai budaya Tionghoa. Namun, kini barongsai telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.

“Kalau kita bicara kebudayaan, liong dan barongsai sudah ratusan tahun lalu ada. Kalau dulunya secara seremoni, lalu keagamaan, sekarang jadi salah satu kebudayaan atau tradisi, dan olahraga," kata Ripka dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (7/12/2018).

"Barongsai juga sudah jadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ada nilai budaya dalam barongsai,” sambung Ripka.

Ia menuturkan, barongsai sudah menyatu dengan budaya Indonesia. Bahkan saat mengadakan pertunjukan di daerah lain, Ripka sempat melihat ada anggota TNI yang bergabung dalam tim barongsai.

Ia pun mengapresiasi Kemendikbud karena telah mengundang barongsai hadir dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

“Kami sangat senang sekali. Kami berterima kasih kepada Kemendikbud yang mengadakan acara Kongres Kebudayaan ini sehingga pengetahuan masyarakat bertambah tentang budaya, sekaligus hiburan juga, apalagi bagi masyarakat yang jarang melihat barongsai,” tutur Ripka. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post