Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Banyuwangi Gelar Festival Arsitektur Nusantara

Taman Sritanjung di Banyuwangi, karya salah satu arsitek yang ikut memeriahkan Festival Arsitek Nusantara 2019.

Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Arsitektur Nusantara mulai 11-15 Maret 2019. Ajang ini diikuti 175 arsitek dari berbagai daerah di Tanah Air.

BANYUWANGI-KABARE.ID: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa Festival Arsitektur Nusantara adalah komitmen Banyuwangi mendukung pengembangan kekayaan arsitektur lokal yang sangat beragam di Tanah Air.

“Di Banyuwangi, arsitektur adalah bagian penting dari pembangunan. Kami menitipkan arsitektur sebagai produk kebudayaan kepada kemajuan ekonomi yang sedang berlangsung," ujarnya dalam keterangan resmi Kemenpar, Rabu (13/3).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahawa festival ini tidak hanya dimeriahkan dengan pameran karya arsitektur, tetapi juga menampilkan sharing session tentang apa dan bagaimana menjadi arsitek. Kemudian juga berbagai sesi diskusi oleh guru besar arsitektur dan arsitektur kondang Indonesia, serta para pelaku dunia usaha.

Baca juga: Tambrauw Punya Bukit Teletubbies Hingga Air Panas Alami

Sejumlah arsitek yang terlibat dalam acar ini antara lain, Andra Matin, Yori Antar, Budi Pradono, Jeffrey Budiman, Adi Purnomo, Denny Gondo, Achmad Noerzaman, dan beberapa arsitek lainnya.

Anas mengatakan, sebagian dari arsitek tersebut telah terlibat mengembangkan Banyuwangi dengan mendesain sejumlah bangunan, seperti terminal bandara, lanskap destinasi wisata, hotel, ruang terbuka hijau, bangunan pemerintah, industri, hingga lembaga pendidikan dan kesehatan.

Dalam festival ini, juga diluncurkan buku 'Banyuwangi Now' karya penulis spesialis arsitektur, Imelda Akmal. Buku tersebut mengupas tentang kemajuan Banyuwangi dengan berbagai pembangunan yang melibatkan arsitek.

"Juga akan diumumkan sayembara arsitektur Tourist Information Center (TIC) Banyuwangi. Kami mengajak seluruh arsitek untuk ikut menyumbangkan idenya desain bangunan TIC di kaki Gunung Ijen Banyuwangi," ungkap Anas.

Baca juga: KEK Pariwisata Belitung Siap Diresmikan Pertengahan Maret 2019

Terkait arsitektur, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Indonesia punya ratusan gaya arsitektur rumah adat, mulai dari Aceh sampai Papua.

"Arsitektur nusantara harus memperkuat posisi destinasi dalam budaya arsitektural. Dan Kita kaya akan desain nusantara yang sangat indah dan kokoh,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, semua desain arsitektur nusantara memiliki daya pikat yang sangat kuat, sebagai produk budaya yang sudah ratusan tahun turun-temurun teruji.

"Desain arsitektur nusantara sudah teruji paling tahan dengan cuaca ekstrem sekalipun selama ratusan tahun," pungkasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post