Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Balai Arkeologi Papua Temukan Artefak di Kabupaten Teluk Wondama

Lumpang batu dari batu andesit, berukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tebal 20 cm di Situs Batu Mawi, Teluk Wondama, Papua Barat. (Dok. Balai Arkeologi/Hari Suroto)

Artefak yang ditemukan berupa lumping batu dari batu andesit. Pada masa prasejarah, lumpang batu ini berfungsi untuk menghaluskan biji-bijian atau ramuan tumbuh-tumbuhan.

WONDAMA – KABARE.ID: Para Peneli dari Balai Arkeologi Papua bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Teluk Wondama, Papua Barat, di Pulau Roon, berhasil menemukan Situs Batu Mawi.

Situs di atas bukit Kampung Menarbu, sisi timur Pulau Roon ini merupakan situs prasejarah, kata arkeolog Hari Suroto kepada Tempo, Kamis, 14 November 2019.

Artefak yang ditemukan berupa lumpang batu dari batu andesit, berukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tebal 20 cm.  Pada masa prasejarah, lumpang batu ini berfungsi untuk menghaluskan biji-bijian atau ramuan tumbuh-tumbuhan.

Menurut Hari, oleh masyarakat Pulau Roon, batu ini dipercaya sebagai batu yang dapat memberikan jawaban atas doa-doa mereka.

"Dengan mengangkat batu ini dengan dua tangan, jika terasa ringan maka permintaan akan terkabul, begitu juga sebaliknya, jika diangkat terasa berat maka permintaannya tidak terkabul," kata Hari.

Untuk menuju situs Batu Mawi dari Kampung Menarbu kita harus menggunakan perahu, menyusuri pantai dilanjutkan menyusuri sungai di dalam hutan bakau, dan dengan mendaki bukit.

Kampung Menarbu dikenal sebagai kampung warna warni, rumah-rumah di kampung ini berupa rumah panggung di atas permukaan air yang dicat dengan beraneka warna.

Oleh pemerintah Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, kampung ini dijadikan sebagai kampung destinasi untuk mendukung Festival Pulau Roon yang diselenggarakan setiap tahunnya. (*)

 

Sumber: Tempo.co

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post