Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Bakti Seni untuk Perayaan Kemerdekaan RI dan Asian Games

Lukisan Henk Ngantung "Memanah" sudah selesai direstorasi. Ujung kanan atas yang semula krowak, kini sudah tertutup. (Foto: kabare.id/ysh)

Pameran seni rupa koleksi Istana Kepresiden yang ketiga kalinya, bertajuk "Indonesia Semangat Dunia" digelar untuk merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dan Asian Games 2018.

JAKARTA-KABARE.ID : Sebanyak 45 lukisan hingga patung koleksi lima Istana Kepresidenan RI (Jakarta, Bogor, Tampaksiring, Yogyakarta dan Cipanas), dipameran untuk umum di Galeri Nasional Indonesia, 3-31 Agustus 2018.

Pameran yang dikuratori oleh Watie Moerani dan Amir Sidharta, ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (3/8/2018).

Ke-45 lukisan hingga patung tersebut, karya para maestro Indonesia antara lain Raden Saleh, Henk Ngantung, Dullah, Basoeki Abdullah, Nasyah Jamin, dan Harijadi. Sedangkan maestro dari manca negara antara lain Walter Spies, Zsiemond Kisfaludi, Fernando Amorsolo, dan Yevgeny Viktorovivh Vuchetich.

Lukisan Henk Ngantung "Memanah" sebelum direstorasi, krowak pojok kanan atas. (Foto: merdeka.com)

 

Karya Henk Ngantung berjudul "Memanah" yang tahun lalu ikut serta dipamerkan pada "Pameran 17 I 71: Goresan Juang Kemerdekaan", dalam keadaan rusak berat. Ditidurkan dalam lemari kaca (vitrin) bersama reproduksiannya, yang dilukis Haris Purnomo, yang dipajang di dinding. Kini karya tersebut sudah selesai direstorasi. Dipajang menempel di dinding, dekat pintu masuk GNI, berlatar belakang  merah marun. Bagian yang dulu krowak, di ujung kanan atas, kini sudah ditambal rapi. Lukisan mantan Gubernur DKI, asal Tomohon, Sulawesi Utara ini, menggunakan medium cat minyak di atas triplek. Dikoleksi  Bung Karno pada tahun 1943, sebelum menjadi Proklamator RI dan Presiden Pertama RI.

Sinergi Semangat

Kepala GNI Pustanto, Senin (30/7/2018) sore, memeriksa persiapan pameran  "Indonesia Semangat Dunia" di GNI, 3-31 Agustus 2018. (Foto: kabare.id/ysh) 

 

Pameran ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, terselenggara atas kerja sama Sekretariat Negara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art.

Mensesneg Pratikno kepada pers di kantornya, Selasa (31/7/2018) menuturkan bahwa pameran koleksi Istana Kepresidenan yang mengambil tema "Indonesia Semangat Dunia", bertepatan dengan Asian Games, diharapkan dapat menggelorakan semangat kebangsaan, kreativitas dan sportivitas.

 

Yusuf Susilo Hartono

Baskoro Dien

  1. Avatar
    Friets konduwes Wednesday, 01 August 2018

    Saya bangga, terharu dan berterima kasih selaku orang morowali yg menetap dan belajar di manado-Sulut atas perhatian dan penghargaan dari pemerintah RI dan GNI dlm bakti seni yg merestorasi lukisan maestro Sulut Henk Ngantung yg terpajang sbagai penyambut "Indonesia Semangat Dunia". Momen ini jg dirasa memberi smangat seniman sulut dlm proses kreatif. SALUT. Saya bangga Indonesia.

  2. Avatar
    Jaya Masloman Wednesday, 01 August 2018

    Sebagai warga Sulut saya sangat bangga krn karya Henk Ngantung Maestro Lukis dari kota Tomohon yg dipilih utk ilustrasi baliho,katalog,brosur dll..dlm ajang pameran seni rupa koleksi istana kepresidenan RI..di GNI Jakarta ..3 Agustus - 31 Agustus 2018...ayo perupa2 sulut...bangkit...bangkit...bangkit...jadilah Henk Ngantung2...berikutnya...SmangART

  3. Avatar
    Elbamun Lingkanbene Mingkid Thursday, 02 August 2018

    ....hhhmmmm, 45 lukisan 'doeloe' koleksi Istana Kepresidenan tersebut pastinya jika hanya dilirik sepintasan, dan atau diperhatikan secara 'njlimet, rasanya masih terus membangkitkan spirit perjuangan RI saat itu..... Terasalah, gelembung oksigen disetiap helaan nafasku, seirama gelombang darah kemerdekaan RI ini,... Momen disaat ITU dan disaat KINI, 'magis' heroiknya menyundul-nyundul, bahkan menyembur rasa bela negaraku, terutama bersamaan dan seiring detak dan degup jantung para atlet serta officel, dan panitia Asian Games'18 ini. Bela Negaraku, yang lebih sering terpatri dalam dimensi lainnya, kini tergugah, kini terpanggil sambil berangan, dapatkah 'seandainya, akan ada generasi koleksi baru dimasa datang' bagi pertumbuhan dan pemupukkan gelora bela negara yang sama, yang eskalasinya abadi mendampingi ke-45 koleksi Istana tersebut...?. Pertanyaan bingung dalam angan perdebatan yang ambigu, bagi generasi koleksi yang berkwalitas dan ber'aji mumpung, akankah menodai rasa bela negaraku...?? Benarkah kita telah 'merdeka' dari susunan berlapis KKN dalam diri kita sendiri saat mengelaborasi dunia seni kita..? Hhhh... Tetapi, setidaknya, spirit Raden Saleh, Dullah, Basuki, Nasya Jamin serta 'kawanua' Henk Ngantung masih ada, dan terasa semurni kondisi faktual perjuangan kemerdekaab saat itu... Setidaknya spirit magis perjuangan tidak akan pernah habis, keterwakilan ke-45 karya koleksi pameran dalam visual dua karya tersebut di atas, terus memanggil. Dan jika angan-angan diatas lolos lapisan pengukungnya, maka generasi koleksi Istana Kepresidenan akan terus hadir sesuai konteks perjuangan zamannya. Jika demikian, maka Istana Kepresidenan RI tidak akan pernah cukup lebarnya, dan mungkin luasnya akan seluas teritori NKRI, yang ditandai barcode 'Koleksi saja'. Senyum Kemerdekaan jelas tersungging dimana-mana, dan spirit seni rupa tak terbeli dengan motif apapun, kecuali kebangkitan bela negara. Semoga, dan salut atas event 'mencerahkan' pameran ini, .... Viva Bela Negara dan Salam KOMANDO!

  4. Avatar
    melky runtu Thursday, 02 August 2018

    dengan jiwa yg sederhana dan semangat patriolisme pada era bungkarno lahirnya era kebangkitan seni rupa indonesia dari era raden saleh, basuki abdulah,sujono,zaini,avandi, hingga putra terbaik sulut henk ngantung yang kiprahnya seorang seniman rupa justru mengakatnya menjadi gubernur sekaligus penata kota jakarta . karyanya kini menghiasi setiap sudut kota jakarta thanks bung karno memberikan kami peluang melihat sosok bapak henk ngantung... art longa vita brevis bravo jefry watimena sintuwu maroso

KOMENTAR

Popular Post