Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Bahasa Indonesia Termasuk Bahasa yang Paling Banyak Dipakai di Dunia

Kongres Bahasa ke-XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). (Foto: Kemdikbud)

Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga atau keempat yang paling banyak dipakai di dunia.

JAKARTA-KABARE.ID: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, membuka secara resmi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). KBI yang berlangsung pada 28-31 Oktober 2018, mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”.

Dalam sambutannya, Wapres JK mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia. “Kita bersyukur bahwa bangsa kita yang besar ini bahasa resminya hanya satu yakni bahasa Indonesia,” ungkap JK.

JK mengemukakan, cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau, walaupun bahasa tersebut bukan menjadi bahasa terbesar penggunanya ketika para pemuda Indonesia mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan pada Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Baca juga: Kongres Bahasa Indonesia XI Digelar di Jakarta

“Semua itu memberikan rasa bangga dan rasa terima kasih kita kepada para pendiri bangsa yang telah mengusulkan dan menyetujui penggunaan bahasa Melayu Riau yang dipakai sebagai bahasa negara,” tutur JK.

Dalam hal penggunaannya, JK mengatakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa ketiga atau keempat yang paling banyak dipakai di dunia. “Menjadi kekuatan kita bahasa Indonesia menggunakan huruf lantin. Di Asia ini hanya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina yang menggunakan huruf latin, sehingga dapat memudahkan kita dalam berorientasi dengan bahasa-bahasa lainnya. Karena itulah kita menggunakan bahasa yang lebih praktis,” jelas JK.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kanan) didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (kiri) saat membuka Kongres Bahasa ke-XI, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (29/10/2018). (Foto: Kemdikbud)


JK berharap bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan lagi kosa katanya dengan mengikuti perkembangan zaman. “Mudah-mudahan Kongres Bahasa Indonesia ini dapat memberikan kemajuan dan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan bahasa Indonesia baku tetapi tetap modern dan mengikuti perkembangan zamannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dalam laporannya mengatakan, Kongres Bahasa Indonesia XI dilaksanakan, selain membicarakan pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra di Tanah Air, juga membicarakan tentang penegakan peraturan kebahasaan serta perlindungan bahasa dan sastra daerah yang menjadi kekayaan bangsa dan identitas utama kebinnekaan suku bangsa yang tidak boleh punah.

“Kongres ini diikuti 1.031 peserta, termasuk peserta asing yang datang dari 12 negara sahabat. Kehadiran peserta asing juga sebagai representasi program internasionalisasi bahasa Indonesia ke mancanegara yang sedang berjalan,” jelas Mendikbud.

Baca juga: Indonesia Akan Bangun Museum Pendidikan

Tema yang diangkat dalam pelaksanaan KBI tersebut, kata Mendikbud, menggambarkan kondisi bahasa di tanah air, secara khusus di ruang publik, yang semakin dipenuhi oleh penggunaan bahasa asing yang tidak pada tempatnya. “Ruang publik adalah representasi kehadiran negara melalui bahasa negara, dan bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Mendikbud.

Pada pelaksanaan kongres bahasa tahun ini, Mendikbud menjelaskan, juga dilakukan peluncuran produk-produk kebahasaan dan kesastraan, yakni KBBI Braille, kamus-kamus vokasi, bahasa dan peta bahasa di Indonesia edisi 2018, Korpus Indonesia, UKBI dan BIPA daring, dan beberapa produk unggulan kemendikbud lainnya.

Selain itu, pada kongres ini diserahkan pula penghargaan kebahasaan dan kesastraan serta penghargaan kepada Adibahasa kepada tiga gubernur yang dianggap memberikan perhatian dan kepedulian pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di ruang publik. Penghargaan Adibahasa ini diberikan lima tahun sekali. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post