Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Badan Otorita Borobudur Siapkan Wisata Kamping di Bukit Manoreh

Foto: Kemenpar

Badan Otorita Borobudur (BOB) siap mengimplementasikan nomadic tourism tahun 2019. Nomadic yang akan diterapkan adalah Glamor Camping (glamcamp) di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta.

YOGYAKARTA-KABARE.ID: Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan, rencananya glamcamp Menoreh siap dibuka untuk publik pada Februari 2019. “Ada satu investor yang sudah siap membangun, rencananya pada Januari ini mulai membuat glamcamp pertama,” ujar Indah, dalam keterangan resmi, Kamis (3/1/2019).

Indah mengungkapkan, rencananya glamcamp tersebut akan dibangun di atas kawasan seluas 259 hektar secara bertahap akan dikembangkan kawasan kemping mewah. “Akan ada tenda-tenda cantik, serta kami lengkapi meeting room dan dining room untuk memfasilitasi wisatawan yang datang ke destinasi baru ini,” ungkap Indah.

Ia menuturkan, destinasi baru tersebut sengaja disiapkan guna menyambut beroperasinya bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang rencananya selesai dan beroperasi tahun 2019. “Lokasi di Menoreh ini sangat strategis karena berada di perbatasan tiga kabupaten dan jarak tempuh dari bandara baru hanya sekitar 1-1,5 jam perjalanan darat," ujarnya.

Adapun tanah seluas 309 hektare yang akan digunakan sebagai destinasi tersebut saat ini masih dikuasai Perhutani. Namun ke depan, lahan seluas 50 hektare dari tanah tersebut akan beralih haknya menjadi Hak Pengelolaan Lahan yang dikuasai BOB. Sedangkan sisanya seluas 259 hektare dikerjasamakan antara kedua belah pihak.

Baca juga: Berlibur ke Pangandaran Kini Bisa Naik Kereta

Seperti diketahui, glamcamp menawarkan kemudahan untuk wisatawan yang ingin merasakan berkemah tetapi tak perlu ribet. Wisatawan hanya cukup membayar biaya kamping yang sudah termasuk peralatan kemah dan segala kebutuhan seperti konsumsi, listrik, hingga kamar mandi.

Glamcamp menawarkan kemewahan tetapi tak menghilangkan sensasi berkemah. Wisatawan tetap bisa menikmati suasana hutan, suara kicauan burung, dan kesejukan khas pegunungan.

Konsep glamcamp sendiri merupakan bagian dari Nomadic Tourism yang dikampanyekan oleh Kementerian Pariwisata. Konsep yang disebut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sebagai solusi pengembangan pariwisata yang bersifat temporer untuk mengatasi keterbatasan akomodasi.

"Konsep Nomadic Tourism seperti glamcamp cocok untuk diterapkan untuk menjangkau destinasi alam di kepulauan dan kaki gunung yang sulit dijangkau dan minim penginapan. Dengan begitu, wisatawan bisa dapat tetap menikmati suasana alam tetapi tetap tinggal dengan nyaman seperti di rumah," ujar Menpar Arief Yahya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post