Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Augerah LSF 2018: Mendikbud Bernyanyi Hingga Budaya Sensor Mandiri

Hasil tangkap layar: Rano Karno dan Maudy Koesnaedi saat membacakan nominasi dan penghargaan di acara Anugerah LSF 2018 yang ditayangkan langsung oleh Kompas TV, Jumat (19/10/2018). (Kabare.id/Bas)

Augerah Lembaga Sensor Film (LSF) kembali diselenggarakan untuk yang ke-2 kalinya di Jakarta. Pada Anugerah LSF 2018, ada 12 nominasi kategori yang diberikan, antara lain: kategori film televisi, sinetron serial, film bioskop, televisi dan bioskop peduli sensor film.

JAKARTA-KABARE.ID: Acara ini dipandu oleh Irgi Fahrezi dan Kamidia Radisti. Sementara para pembaca nominasi dan pemenang adalah Rendi John, Nadila Ernesta, Bobby Maulana, Asha Shara, Pandji Pragiwaksono, Prisia Nasution, Rano Karno, Maudy Koesnaedi, Yuki Kato, dan Babe Cabita.

Acara Anugerah LSF 2018 dimeriahkan penampilan standup komedi dari Pandji Pragiwaksono, hiburan musik dari Cakra Khan yang membawakan lagu “Kekasih Bayangan”, dan penampilan ‘ciamik’ Rosa dengan tiga lagu, yakni “Pudar”, “Firefly” dan “Sakura”. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang hadir di acara itu ikut bernyanyi.

Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah. Menipu sanubari tak semudah ku sangka. Yakinlah cintamu, yakinkan segalanya. Perlahan dan pasti aku kan melangkah menuju damai jiwa..,” seru Mendikbud menyanyikan lagu Sakura yang sebelumnya dibawakan oleh Rosa di acara yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, Jumat malam (19/10/2018).Selamat film Indonesia,” tandas Mendikbud.  

Hasil tangkap layar: Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan sambutan di acara Anugerah LSF 2018. Setelahnya ia bernyanyi lagu "Sakura". (Kabare.id/ Baskoro Dien)


Sebelum bernyanyi, Mendikbud memberikan sambutan dan berharap kegiatan Anugerah LSF akan memacu, serta mengoptimalkan tugas dari LSF dalam memerankan diri untuk memajukan perfilman film nasional.

“Film nasional adalah merupakan pengijawatan dari realitas kehidupan kita. Kalau filmnya maju berarti masyarakat, bangsa, dan kita juga maju. Karena itu adalah tanggung jawab kita bersama untuk memajukan film kita, terutama film nasional kita,” ujar Mendikbud.

Mendikbud berpesan agar LSF memerankan betul dengan penuh tanggung jawab untuk mempromosikan sensor mandiri, karena dengan sensor mandiri sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab kepada masyarakat, kepada pelaku industri perfilman, dan sekaligus juga kepada masyarakat yang menjadi penonton dari film itu sendiri, ujarnya.

Hasil tangkap layar: Ahmad Yani Basuki, Ketua Lembaga Sensor Film saat memberikan sambutannya. (Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Sementara Ahmad Yani Basuki, Ketua Lembaga Sensor Film mengatakan, Anugerah Lembaga Sensor Film tahun 2018 mengusung tema “Sensor Mandiri, Wujud Kepribadian Bangsa” tema ini mengandung maksud harapan dan ajakan untuk bersama-sama membangun budaya sensor mandiri, yaitu budaya masyarakat yang dengan kecerdasannya mampu memilah dan memilih film sebagai tontonan yang tepat, sesuai klasifikasi usia.

“Menonton film yang tidak sesuai dengan klasifikasi usianya, terutama di kalangan anak-anak dapat menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu budaya sensor mandiri adalah penting bagi semuanya, bagi yang memproduksi film, bagi yang mempertunjukan dan terutama bagi yang menontonnya,” ujar Ahmad.

Dia menegaskan bahwa, undang-undang perfilman mengamanatkan kepada LSF untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif film dan tanggung jawab ikut serta memajukan perfilman nasional. “Oleh karena itu Anugerah Lembaga Sensor Film ini adalah salah satu wujud atensi dan apresiasi Lembaga Sensor Film kepada masyarakat yang peduli dengan budaya sensor mandiri,” jelasnya.

“Kepada nomine dan pemenang penghargaan, kami ucapkan selamat. Semoga penghargaan ini dapat menjadi pendorong untuk lebih sukses lagi di masa-masa yang akan datang,” tandasnya.

Pemenang Nominasi

Berikut adalah nominasi dan pemenag Anugerah Lembaga Sensor Film tahun 2018:

Nominasi Kategori Film Televisi: Di Ambang Eksekusi (Rapi Films), Seribu Bangau Kertas (Televisi Transformasi Indonesia/ Trans TV), Hari-Hari Guru Jalil (Demi Gissela Citra Cinema).

Kategori Sinetron Serial Laga: Amara Sahabat Langit (MD Entertaiment)

Nominasi Kategori Sinetron Serial Religi: Aku Bukan Ustadz (MNC Picture), Jejak Suara Adzan (Tata Citra Adiwarna), Rindu Suara Adzan (Global Informasi Bermutu).

Kategori Televisi Peduli Pendidikan: Trans TV.

Kategori Televisi Peduli Budaya: Indosiar.

Kategori Televisi Peduli Sensor Mandiri: ANTV.

Nominasi Kategori Film Bioskop Semua Umur: Naura dan Genk Juara (Gramedia Media Nusantara), Kulari Ke Pantai (Mira Lesmana Production Services), Koki-Koki Cilik (MNC Picture).

Nominasi Kategori Film Bioskop 17+: Aruna dan Lidahnya (Palari Film/ Cahaya Nusantara), Maipa Deapati dan Datu Museng (Paramedia Film Indonesia), Buffalo Boys (Satu Indonesia Film/ Infinite Studio Batam).

Nominasi Kategori Film Bioskop 21+: Satu Hari Nanti (Rumah Film/ Cipta Mahakarya Internasional), Enak Tho Zamanku – Piye Kabare (Surya Visindo Kreatif), Kanapa Harus Bule? (Kalyana Shira Film).

Kategori Bioskop Peduli Sensor Mandiri: Cinema XXI. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post