Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Antony Morato Bawa “Tiga Warna” di PIMFW 2018

Koleksi terbaru Antony Morato di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2018. (dok. Plaza Indonesia)

Merek fesyen khusus pria asal Italia, Antony Morato, ikut memeriahkan pagelaran busana Plaza Indonesia Men’s Fashion Week (PIMFW) 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Tampil di hari ke-3, Rabu (26/9), koleksi terbaru Antony Morato bertajuk “Maximumism 2018” lebih menonjolkan warna yang menjadi karakter utama dalam pakaian pria modern.

“Koleksi pakaian pria saat ini mengalami perubahan dalam gaya, dari gaya minimalism ke maximumism. Itu sebabnya dalam koleksi kali ini Antony Morato berfokus pada konsep gerakan dan transformasi. Sebagai indikasi kehidupan sehari-hari pria saat ini lebih mengarah ke gaya hidup yang kontemporer dan dinamis,” demikian keterangan resmi Antony Morato yang diterima Kabare.id, Kamis (27/9).

Dalam tema Maximumism ini Antony Morato menampilkan 32 look, yang dibagi menjadi 3 sequences, yakni Silver Collection, Gold Collection, dan Black Collection. Antony Morato juga berkolaborasi dengan 15 influencer, celebrities dan socialite, untuk menampilkan tampilan koleksi fashion yang bisa dinikmati oleh siapapun dengan profesi apapun dan untuk semua gender.

Koleksi terbaru Antony Morato di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2018. (dok. Plaza Indonesia)

 

Silver Collection, terinspirasi dari suasana vintage sporty 70-an, membuat koleksi Silver di show Maximumism terlihat dinamis dan penuh warna. Perubahan teknik emboss pada tulisan logo Antony Morato, membuat logo pada t-shirt, fleece pants terlihat lebih pop up.

Gold Collection, terinspirasi dari suasana pendakian gunung. Suasana sporty masih lekat di koleksi kedua ini terlihat dari bahan elastis yang digunakan dipadu dengan paduan jeans casual dengan detail yang lebih berwarna warni.

Sementara di Black Collection, Antony Morato menemukan hubungan yang kuat dengan jagat raya, dimana kamuflase hidup berdampingan dengan warna cerah atau pastel: campuran hijau zaitun dan kemerahan dengan warna merah muda, merah karang, dan sage hijau. Kamuflase antara 70-an dan 80- an digabung dengan gaya hippy & punk menciptakan koleksi yang tidak biasa di mana garis-garis bordir dikombinasi dengan tulisan tangan dalam gaya punk. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post