Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Angka Kemiskinan di Wondama Turun

Teluk Cenderawasih, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. (Arsip foto gis.wwf.org)

Meskipun demikian, prosentase penduduk miskin di Wondama masih jauh dari sasaran pembangunan nasional.

WASIOR – KABARE.ID: Angka kemiskinan di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dalam beberapa tahun terakhir berada pada tren menurun. Sebagaimana data tahun 2015 jumlah penduduk miskin di Wondama tercatat 37,44 persen turun menjadi 36,37 pada 2016.

"Kita patut bersyukur, ini merupakan hal positif, data kemiskinan kita mengalami tren menurun," sebut Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi sebagaimana dikutip Antara awal tahun lalu.

Meskipun demikian Bupati Imburi menyebutkan, prosentase penduduk miskin di Wondama masih jauh dari sasaran pembangunan nasional. Sasaran program pembangunan nasional menargetkan penduduk miskin tersisa 8 hingga 10 persen pada akhir 2017.

Dia berharap, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2020 yang dirumuskan melalui forum Musrenbang memperhatikan sejumlah isu-isu strategis serta arah kebijakan daerah.

Baca juga: Unik, di Papua Ada Batu Pengabul Keinginan

Pertama, kata dia, dengan melakukan revitalisasi dan penataan kawasan objek wisata unggulan dan minat khusus. Berikutnya, mendorong pembangunan infrastruktur berbasis pariwisata. “Ketiga, mendorong intensifikasi promosi dan kerja sama pariwisata yang terintegrasi," kata Imburi.

Ia juga menginginkan, potensi ekonomi lokal terus dibangun melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis manajemen wisata. Eksistensi kawasan potensi unggulan perikanan pun harus dipertahankan melalui pemetaan sebaran potensi unggulan sektor perikanan.

Dalam rangka itu, Imburi juga menekankan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. “Kinerja pelayanan OPD adalah standar yang menjadi tolak ukur kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah daerah," katanya lagi.

Bupati optimistis, melalui optimalisasi sektor pariwisata dan perikan angka kemiskinan di wilayahnya akan terus berkurang. Dua sektor tersebut dinilai memiliki potensi tinggi untuk membangun ekonomi masyarakat. (*)

 

Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post