Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Anang Titip Pesan pada Jokowi di Hari Musik Nasional

Anang Hermansyah. (Instagram)

Hari Musik Nasional harus dijadikan momentum untuk menyelesaikan sejumlah persoalan sektor permusikan dan menjadi pendorong pemajuan kebudayaan di Indonesia.

JAKARTA-KABARE.ID: Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah mengharapkan peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2018 ini dijadikan momentum kebangkitan musik Tanah Air.

Menurutnya, Hari Musik Nasional juga harus dijadikan momentum untuk menyelesaikan sejumlah persoalan sektor permusikan dan menjadi pendorong pemajuan kebudayaan di Indonesia.

"Saya berharap Presiden Joko Widodo mewariskan kemajuan permusikan di Indonesia," kata Anang dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/3).

Anang menyebutkan UUD 1945 dan UU Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan telah memandatkan negara melindungi, mengembangkan, memanfaatkan dan membina sektor musik yang menjadi salah satu unsur penting kebudayaan.

"Landasan yuridisnya jelas, negara dimandatkan oleh konstitusi dan UU untuk memajukan musik. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, wajib hukumnya," kata Anang.

Sayang, kata musisi asal Jember ini, musik hingga 2018 belum diperhatikan serius oleh negara.

"Apa buktinya? Pembajakan masih sangat marak, penegakan UU 28/2014 tentang Hak Cipta masih lembek, kontribusi Produk Domestik Bruto sektor musik masih sangat rendah hanya 0,46 persen. Sektor musik kita benar-benar lesu darah," kata Anang.

Oleh karena itu, menurut dia, Jokowi dapat memberi kontribusi nyata pada sektor musik di Indonesia dengan mendorong terbitnya UU Permusikan yang telah masuk Prolegnas Prioritas 2015-2019.

"Saya kira, saatnya Presiden bersama DPR bersama-sama meninggalkan warisan yang bagus bagi generasi mendatang dengan merumuskan UU Permusikan sebagai wujud konkret untuk pemajuan kebudayaan kita. Saya optimistis Presiden memiliki komitmen yang kuat soal itu," kata Anang. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post