Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau di FLS2N 2018

Salma Atqiya saat tampil di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional 2018 di Pangkalpinang. (Foto: Kemdikbud.go.id)

Sebanyak 306 siswa-siswi berkebutuhan khusus ikut memeriahkan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2018 di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 26 Agustus hingga 1 September 2018.

PANGKALPINANG-KABARE.ID: Mereka ikut berkompetisi pada jenjang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) menampilkan kemampuan terbaiknya pada cabang lomba menyanyi solo, menari, desain grafis, pantomim, melukis, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Di antara siswa-siswi tersebut terdapat peserta lomba menyanyi solo jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) termuda asal Kalimantan Timur, Salma Atqiya (7). Meskipun tidak dapat melihat atau tunanetra, Salma memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat tampil menyanyi di depan juri dan peserta lainnya.

Saat diwawancarai, Salma yang ingin selalu digandeng oleh sang ibunda, Khaerunisa, menunjukkan kebanggaannya dapat mewakili Kalimantan Timur. “Wow, banyak yang tepuk tangan, dengan mic suaranya kayak (lebih) bagus,” ungkap Salma, seperti dikutip laman Kemdikbud.go.id, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Manfaat Kesenian Bagi Tumbuh Kembang Anak

Salma Atqiya berhasil mewakili Kalimantan Timur setelah menjadi juara I seleksi tingkat provinsi, dan tahun ini merupakan tahun kedua keikutsertaan Salma di tingkat nasional setelah tahun lalu juga berhasil mewakili Kalimantan Timur di ajang serupa, yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Meskipun ketika itu Salma tidak berhasil meraih juara, tetapi pengalaman tersebut justru memacu Salma untuk bernyanyi lebih baik lagi. Apalagi kecintaan terhadap dunia tarik suara selalu mendapat dukungan dari sang ibunda.

Seperti halnya Salma, Ni Wayan Ary Ryandani, wakil provinsi Bali pada lomba melukis jenjang Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) juga hadir di Pangkalpinang dengan didampingi oleh sang ibunda dan guru sekolahnya di SLB Negeri 1 Bangli, Bali.

Ryan memiliki talenta melukis dan sudah sering mengikuti kompetisi, meskipun memiliki keterbatasan tidak dapat mendengar, atau tunarungu.

Baca juga: Lewat Tarian, Pelajar dari Kalsel Menggambarkan Prosesi Membuat Rumah Adat Banjar

Ryan yang pada saat lomba melukis Barong dan Rangda, atau yang oleh masyarakat Bali disebut dengan Rwa Bhineda atau konsep keseimbangan antara baik dan buruk, memiliki keunggulan pada detail dan kekuatan warna pada lukisannya.

Pendampingan guru dan orangtua memiliki peran besar dalam meningkatkan kepercayaan diri, seperti yang dirasakan oleh Salma dan Ryan.

Salma perlahan sudah mulai mandiri dan mau membuka diri untuk berkenalan dengan orang lain. Hal serupa juga dirasakan oleh Ryan. Kini ia lebih mudah menjalin persahabatan dengan orang lain, bahkan Ia masih bersahabat dengan peserta lomba lukis yang Ia temui di Manado dua tahun yang lalu. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post