Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

AMMDes Siap Dipasarkan Pada April 2019

Menperin Airlangga Hartarto dalam satu kesempatan mendampingi Presiden Jokowi mencoba AMMDes. (Foto: Dok. Kemenperin)

Setelah sebelumnya resmi diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 oleh Presiden RI Joko Widodo, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) produksi PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) akan dipasarkan secara luas pada April 2019.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pengembangan angkutan pedesaan ini akan digunakan untuk di pedesaan, misalnya untuk mendukung pascapanen atau alat angkut hasil hortikultura.

Pemasaran AMMDes-KMW pada April 2019 akan disertai dengan penjualan peralatan penunjang produksi seperti pompa irigasi, perontok padi, pengolah jagung, pembuat serpihan es, penjernih air, alat panen pisang, dan lain sebagainya yang akan dijual secara terpisah.

“AMMDes-KMW juga memiliki spesifikasi teknis khusus sehingga mampu mengakses daerah dengan kondisi medan yang sulit,” kata Menperin sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenperin, Kamis (28/7).

Ia menyebutkan, Selain itu, AMMDes-KMW bisa pula dilengkapi dengan aplikasi lainnya sesuai kebutuhan, seperti untuk penjernih air.

“Beberapa waktu lalu, pascabencana di Palu, Kemenperin mengirimkan lima prototipe AMMDes-KMW penjernih air ke Palu. Dari uji coba, ternyata respons masyarakat di sana sangat luar biasa karena merasa terbantu,” ungkap Airlangga.

Menperin Airlangga meyakini, AMMDes-KMW mampu menopang peningkatan produktivitas pertanian, perkebunan, dan perikanan.  “Alat multiguna ini juga telah diuji coba di kawasan hortikultura, yakni daerah penghasil pisang di Tanggamus, Lampung yang digunakan untuk pengangkutan pisang saat panen untuk menjaga kualitasnya saat diangkut dari kebun ke packing house,” paparnya.

AMMDes-KMW, jelas Menperin, telah melalui berbagai tahapan pengembangan dan uji coba, termasuk dilakukan uji tipe dengan model dasar, yaitu unit yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO). Mesin yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik, seperti di medan off road dan berbukit.

“Selain itu, model tersebut juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP,” sambung Menperin.

Tidak hanya itu, AMMDes-KMW juga dilengkapi dengan sistem suspensi, sabuk pengaman tiga titik, sistem differential lock pada roda penggerak belakang, sistem pengereman hidrolik, rem tangan, lampu sorot depan, lampu belok, lampu rem, lampu mundur, klakson, windshield glass dan wiper.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) AMMDes-KMW sekitar 90 persen dari jumlah komponen yang digunakan dalam setiap unit AMMDes-KMW. Hanya transmisi dan beberapa bagian dari mesin saja yang masih impor.

“Untuk uji tipe, sudah diuji di Kementerian Perhubungan, dan dalam waktu dekat mereka akan keluarkan izinnya. Tentunya, AMMDes-KMW akan menjadi solusi bagi masyarakat di pedesaan,” jelas Menperin seraya menambahkan, salah satunya sedang diuji coba sebagai feeder ambulans di beberapa wilayah pedesaan yang memang sulit dijangkau. Dengan angkutan ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Mengenai ketersediaan suku cadang di pasaran juga sudah disiapkan. Di samping itu, distributornya juga telah tersedia. “Ditargetkan produksi AMMDes-KMW akan terus meningkat menjadi 9.000-15.000 unit per tahun,” kata Airlangga.

Presiden Direktur PT KMWI, Reiza Treistanto mengatakan, AMMDes-KMW yang merupakan karya anak bangsa diproduksi di lahan seluas 7 hektar dengan total kapasitas produksi sebesar 3.000 unit di tahun 2019 dan dapat ditingkatkan sampai 15.000 unit pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan permintaan pasar. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post