Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Amankah Konsumsi Vitamin C 1.000 Miligram Setiap Hari?

Ilustrasi mengonsumsi vitamin C di tempat kerja (iSTOCK/RGSTUDIO)

Mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi setiap hari akan memberikan efek samping. Di antaranya mengalami diare, mual muntah, nyeri ulu hati, sakit kepala, dan insomnia.

JAKARTA – KABARE.ID: Pandemi Covid-19 membuat orang berbondong - bondong membeli produk suplemen Vitamin C, sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh. Namun apakah tepat mengonsumsi suplemen vitamin C dengan dosis tinggi, misalnya 1.000 miligram tiap hari?

Dikutip dari Kompas.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana Felecia Suganda, M.Kes, Sp.GK menjelaskan, hal terpenting untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah mengkonsumsi gizi seimbang yang terdiri dari makanan pokok, sayuran, buah, dan lauk-pauk. Sehingga kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral terpenuhi.

"Jika sudah mencukupi itu komposisi makanannya, maka tidak perlu tambahkan suplemen," ungkap dia dalam webinar RSPI: Gizi Baik untuk Meningkatkan Imunitas, yang diselenggarakan pada Rabu (10/6/2020).

Namun bila konsumsi gizi seimbang tidak bisa terpenuhi, barulah perlu mengonsumsi sumplemen vitamin C. Prinsipnya, tidak semua orang harus mendapatkan suplemen vitamin C, apalagi dengan dosis tinggi.

Menurut Dokter Diana, kebutuhan vitamin C yang dibutuhkan wanita dewasa hanya 90 miligram. Sementara bagi pria dewasa jumlahnya hanya 150 miligram. Batas maksimumnya adalah 200 miligram, itu pun bagi para perokok. "Jadi kalau minum vitamin C yang 1.000 miligram, berarti kita meminum 10 kali lipat dari angka kecukupan gizi," katanya.

Ia menjelaskan, mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi setiap harinya tentu akan memberikan efek samping. Di antaranya mengalami diare, mual muntah, nyeri ulu hati, sakit kepala, dan insomnia. Oleh sebab itu, ia menyarankan, masyarakat untuk mengonsumsi vitamin C dengan dosis 90-200 miligram setiap harinya.

Kebutuhan ini pun bisa dipenuhi melalui buah dan sayuran. Di antaranya dari jambu biji yang mengandung vitamin C 126 miligram per buahnya, jeruk 69 miligram, tomat 28 gram, serta buah dan sayuran lainnya.

Oleh sebab itu, Diana menekankan, masyarakat tidak perlu membeli suplemen vitamin C secara berlebihan, sebab kebutuhan vitamin C dapat ditemui dengan mudah pada buah dan sayur. "Makanan utamanya dulu dipenuhi, asupannya yang bagus, baru kalau memang kurang, tambahkan suplementasi," tandasnya. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post