Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Aku Pintar, Aplikasi untuk Memetakan Potensi Siswa

Ilustrasi: (Foto: Pixabay)

Data Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017 menyebutkan lebih dari 71,7% orang bekerja tidak linier dengan pendidikannya dan lebih dari 87% pelajar dan mahasiswa tidak sesuai dengan minatnya ketika mengambil jurusan di sekolah maupun perkuliahan.

JAKARTA-KABARE.ID: Sekumpulan anak muda menciptakan aplikasi “Aku Pintar” yang dapat digunakan untuk menelusuri minat dan bakat siswa.

CEO “Aku Pintar”, Luvianto Febri Handoko mengatakan bahwa lahirnya aplikasi ini bermula dari pengalaman pribadinya, yakni ilmu yang telah didapat di bangku perkuliahan tidak sesuai dengan profesinya saat ini.

Kesalahan tersebut bermula saat Febri duduk di bangku SMA. Saat itu ada anggapan anak IPA itu keren dan ia adalah salah seorang yang termakan dengan anggapan itu.

Sehingga akhirnya diterima di jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus tepat waktu dengan prestasi akademik maupun non akademik yang cukup baik.

"Namun kemudian saya berkata kepada diri saya sendiri, sepertinya saya tidak cocok menjadi seorang insinyur teknik kimia. Sehingga kemudian saya melanjutkan S2 saya di jurusan manajemen,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Selasa (12/2/2019).

“Untuk keseharian, saya adalah seorang wirausaha di bidang teknologi informasi. Tiga hal ini, yaitu teknik kimia, manajemen, dan teknologi informasi merupakan hal yang berbeda,” ujar Febri.

Baca juga: Siswa Indonesia Akan Dibekali Pendidikan Mitigasi Bencana

Kondisi yang dialaminya ini, ternyata juga terjadi pada banyak orang. Hal inilah yang membuatnya berusaha mencegah kejadian semacam ini berulang. “Melalui aplikasi "Aku Pintar", kami ingin menjawab sedini mungkin, para pelajar terutama SMA, SMK dan SMP untuk mulai memetakan dirinya agar ke depannya tidak salah jurusan,” ujarnya.

Yohana Elizabeth Hardjadinata, seorang pemerhati pendidikan menjelaskan bahwa siswa yang salah memilih jurusan kuliah akan berdampak pada ketidakmaksimalan dalam pekerjaan atau profesi yang akan digeluti.

Hal ini mengakibatkan yang bersangkutan tidak dapat berprestasi. Selain itu, kemampuan maupun keterampilan yang dimilikinya tidak berkembang dengan baik.

“Orang tua mempunyai peran penting dalam memberikan dukungan, mengetahui bakat dan minat anaknya dan memberikan bimbingan. Selain itu, kehadiran guru Bimbingan Konseling juga tidak kalah penting agar tidak terjadi lagi siswa yang salah jurusan,” jelas Elizabeth.

Baca juga: Siswa SMPN 23 Bandung Berhasil Membuat Penjernih Air Sederhana

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Sutanto mengapresiasi dan mendukung kehadiran aplikasi “Aku Pintar”. Ia mengharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat mengubah paradigma masyarakat mengenai penjurusan pendidikan.

“Saya melihat visi misi dari "Aku Pintar" ini sangat luar biasa. Mereka membuat suatu aplikasi yang menginspirasi anak-anak kita terutama siswa SMP, SMA, dan SMK agar mengenal diri lebih awal tentang bakat dan minat mereka. Dengan demikian, mereka akan lebih terarah dan tahu apa yang harus mereka kerjakan di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Purwadi mengungkapkan, saat ini kecenderungannya masih banyak orang tua yang belum sadar akan minat dan bakat anak-anaknya. “Ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa dan saya mendukung sekali, terlebih lagi aplikasi ini gratis," ujar Purwadi. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post