Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Aksi Unjuk Rasa Saat Pelantikan Presiden Bisa Coreng Nama Indonesia

Presiden Jokowi berfoto bersama pimpinan MPR RI 2019-2024, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10) siang. (Foto: Humas Setkab/Jay).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa pada saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 untuk memberikan pesan positif bagi dunia internasional.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah melarang aksi unjuk rasa (demo), termasuk terkait demo yang akan dilakukan kelompok masyarakat saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.

“Yang namanya demo dijamin konstitusi,” kata Jokowi menjawab wartawan usai menerima pimpinan MPR RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10) siang.

Soal adanya larangan kepolisian terhadap kemungkinan aksi unjuk rasa pasa saat pelantikan, Jokowi mempersilakan wartawan untuk menanyakan hal itu kepada Kapolri.

“Jadi tidak ada perintah untuk melarang?” tanya wartawan. “Tidak ada,” jawab Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa pada saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, Minggu (20/10) mendatang.

“MPR sangat berkepentingan acara ini berlangsung dengan khidmat tanpa gangguan apapun. Makanya kami imbau kepada adik mahasiswa pada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kekhidmatan,” kata Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo.

Ketua MPR RI itu mengingatkan bahwa suksesnya acara pelantikan presiden akan memberi pesan positif bagi dunia internasional. “Itu juga akan membantu perekonomian kita, dan dengan perekonomian yang baik maka itu sama dengan membantu target kita semua,” jelas Bamsoet. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post