Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Abdul Fatah Jaelani Juara Monolog Tingkat Nasional

Abdul Fatah Jaelani bersama dosennya. (Foto: Unesa)

Abdul Fatah Jaelani, mahasiswa drama jurusan Sendtratasik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menyabet juara pertama dalam kejuaraan monolog tingkat nasional.

SURABAYA – KABARE.ID: Monolog dengan judul “Patih Nguntalan” tulisan Nur Sahid itu dimainkan dengan apik oleh Abdul di Gedung Sosieted De Harmoni Makassar, Sabtu (20/7/2019).

Ditemui usai pementasan, Fatah mengaku untuk menyabet juara pertama tidaklah mudah. Semua butuh proses hingga ia siap untuk bersaing dengan kontestan terbaik lainnya. “Proses pencapaian ini cukup panjangan mulai pembentukan vokal, pembentukan 4 karakter dan efektifitas artistik harus dilakukan untuk dapat mengolah naskah yang harus dimainkan 1 jam menjadi 15 menit,” ujar Fatah, seperti dilansir Kabare dari keterangan resmi Unesa, Selasa (23/7).

Naskah yang ia perankan berkisah tentang persoalan korupsi dalam suatu negeri. Lingkaran setan sistem membuat nisbi antara korupsi, kesadaran, hadiah dan kekuasaan. Penggarapan yang dikemas dengan mengambil roh ketoprak menjadi lebih mengena dalam menguasai jalan ceritanya, meski harus dibungkus dengan teknik modern termasuk pengembangan artistik dan teknik bermain modern.

Pada perhelatan tersebut Unesa hanya mengirim satu kontingan monolog dari tiga cabang lomba yang diadakan oleh pantia, yakni vokal solo kreasi tradisi, tari kreasi tradisi, dan monolog kreasi tradisi. Untuk tari kreasi tradisi dimenangkan oleh kontingen UNJ, vokal solo kreasi tradisi diraih oleh Unnes Semarang, dan monolog kreasi tradisi diraih oleh Unesa.

Pada event kali ini tim monolog Unesa di dampingi Arif Hidajad dosen Sendratasik yang juga menjadi dramaturg monolog Patih Nguntalan.

Sebagai informasi event yang digelar oleh Asosiasi Prodi Pendidikan Sendratasik Indonesia (Ap2seni) ini baru pertama kali diselenggarakan untuk mewadahi prestasi mahasiswa disamping peksiminas. Tujuan yang lain adalah sebagai tolok ukur perkembangan mahasiswa melalui komunikasi karya. Selain meningkatkan peran asosiasi bagi prodi pendidikan sendratasik se-Indonesia. (why/*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post