Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

8.000 Ton Cangkang Sawit Diekspor ke Thailand

Gubernur Sulbar melepas ekspor cangkang sawit di Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju Sulbar. (Foto: Gatra)

Pemerintah setempat sudah tiga kalinya menfasilitasi ekspor cangkang sawit ke luar negeri. Dua kali ekspor ke Cina dan kali ini ke Thailand.

SULAWESI - KABARE.ID: Kementerian Pertanian melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Karantia Pertanian melepas ekspor cangkang sawit sebanyak 8.000 ton dari CV.Anugrah Abadi dengan nilai Rp8 miliar lebih di Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Senin (27/7)

Kepala UPT Pelabuhan Belang-Belang, Kapten Kristina Anthon mengatakan pelabuhan sudah tiga kalinya menfasilitasi ekspor cangkang sawit ke luar negeri. "Dua kali ekspor ke Cina dan ini ketiga ke Thailand. Semoga ini bisa terus bertambah ekspor yang menjadi prioritas pemerintah, apalagi pada masa pandemi Covid-19 kita tetap melakukan pelayanan prima selama 24 jam," kata Kristina, sebagaimana diberitakan Gatra.com.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengungkapkan dengan adanya ekspor cangkang sawit perekonomian Sulbar terus tumbuh. "Kekayaan alam kita ini harus tetap kita jaga, tentunya penuh kerja keras dengan semua kerjasama dengan baik," ucap Gubernur.

Ia menambahkan pihaknya terus berupaya berkoordinasi agar Sulbar memiliki bea cukai sendiri, sehingga bisa menambah penghasilan daerah. "Ini kita punya target biar penghasilan daerah bertambah demi pembangunan Sulbar. Semoga Sulbar memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pusat Ali Jamil mengungkapkan Kementerian Pertanian menargetkan terus melakukan ekspor demi pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat petani. "Menteri memiliki program (Grapik) gerakan tiga kali lipat ekspor dari hasil pertanian yang ada di Indonesia. Inilah terus kita targetkan demi kemajuan dan kesejahteraan para petani kita," ujar Ali.

Ali juga menyampaikan dengan adanya ekspor di Sulbar bisa mendorong masuknya investor untuk memajukan Sulbar kedepan."Inilah yang kita terus dorong agar daerah terus melakukan ekspor demi kemajuan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani," ungkap Ali.

Selain itu, Ali juga berharap kedepan Sulbar sudah memiliki bea cukai, sehingga ketika dilakukan ekspor ada pendapatan masuk ke daerah. "Jadi bukan hanya cangkang sawit yang di ekspor, tapi hasil pertanian lain juga seperti kelapa, pisang dan yang lainnya. Semoga ini terus di dorong dan bekerjasama semua instansi yang ada di Sulbar," tandasnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post