Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Sabtu (28/3), 1.115 orang di Indonesia Positif Covid-19, 59 orang sembuh, dan 102 meninggal.
Komunitas

800 Lumbung Air Dibangun Coca Cola Foundation Indonesia dan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah

Titie Sadarini, Chief Executive of Coca-Cola Foundation Indonesia meresmikan lumbung air di Magelang. (Kabare/ Della Yuanita)

Coca-Cola Foundation Indonesia bersama Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah membangun 800 sumur resapan di sejumlah desa di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk mempertahankan keberlangsungan lingkungan, khususnya dalam menjaga ketersediaan air tanah.

Magelang - Sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan lingkungan, khususnya berkaitan dengan perbaikan ketersediaan air tanah, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) secara konsisten terus berkolaborasi dengan para mitranya dalam berbagai program konservasi air. Program yang konsisten dilakukan Coca-Cola Foundation Indonesia sejak tahun 2012 bernama “Lumbung Air” ini, berupaya mengembalikan 392 juta liter air ke tanah setiap tahunnya melalui 800 lumbung air yang di bangun di berbagai wilayah.

Untuk kabupaten Magelang, Coca-Cola Foundation Indonesia telah menginvestasikan lebih dari Rp3,1 miliar untuk program pembangunan lumbung air ini. Sehingga pada tahun ini Coca-cola telah berhasil mengembalikan lebih dari 1 milyar liter air bersih kembali ke alam dan digunakan sebagai tabungan sumber air oleh lebih dari 15.000 keluarga Indonesia, serta mengembalikan 164% air yang terpakai dalam proses produksi. Secara global, pada tahun 2015, Coca-Cola menggunakan sekitar 300 milyar liter air dan pengurangan 5 miliar liter lebih di tahun 2014, dan kami mengembalikan  lebih dari 337 milyar liter kepada masyarakat dan alam.

“Konservasi air merupakan salah satu global sustainability pillar Coca-Cola yang berkomitmen pada peningkatan terhadap sumber air, akses bersih dan sanitasi. Sejak tahun 2012 hingga 2016, kami telah membangun lebih dari 4,000 lumbung air di berbagai wilayah dan ini memberikan dampak pada kehidupan masyarakat. Bukan saja memperoleh sumber air, namun juga berdampak pada meningkatkan pasokan air, melindungi dari kekurangan air, perekonomian hingga kesehatan. Pada hari ini, kami berharap 3.000 keluarga Kabupaten Magelang turut memperoleh manfaat yang sama bagi kelangsungan hidup,” tutur Titie Sadarini, Ketua Pelaksana CCFI.

Titie menambahkan program konservasi air ini sesuai dengan visi global Coca-Cola pada tahun 2020 yakni mengembalikan ke masyarakat dan alam jumlah air yang sama dengan apa yang digunakan dalam produk minuman Coca-Cola. Berdasarkan pengamatan masyarakat dan informasi dari perusahaan sumber daya air setempat (PDAM), sumber air Magelang terus menurun sehingga menjadi semakin penting bagi Coca-Cola untuk mendukung melalui program lumbung air yang bertujuan untuk mengembalikan air kembali ke alam. 

Sementara itu, Ketua Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Adbul Rochim menjelaskan bahwa persoalan akses air merupakan masalah yang dihadapi khususnya bagi kebutuhan pertanian yang semakin menurun memperoleh sumber air. Bahkan di beberapa wilayah, sumber air itu telah hilang.  Sehingga selama satu tahun terakhir ini, pihaknya bermitra dengan Coca-Cola Foundation Indonesia untuk melakukan upaya perbaikan sumber daya air, dengan fokus kegiatannya adalah melakukan konservasi air dengan membangun lumbung air.

Lumbung air ini dibangun seluas 2x2 meter dari lahan warga yang dapat menampung 8.000 m3. Selain memiliki fungsi pengendalian air di musim hujan, lumbung air juga memperbaiki debit air tanah. Lumbung-lumbung air yang dibangun di kawasan daerah resapan air akan menangkap aliran air hujan kemudian diserap ke dalam aliran tanah, sehingga debit mata air meningkat. Upaya dari CCFI ini disambut baik seluruh masyarakat dan aparat desa setempat. Peningkatan signifikan debit air juga terlah terbukti berpengaruh pada sumber air pertanian yang menjadi mata pencarian dan perekonomian masyarakat.

Della Yuanita

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post