Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

800 Karya Tulis Bung Hatta Dibukukan dalam Buku "Bapak Proklamator Indonesia"

Ilustrasi: Kumpulan buku dan sebuah pintu. (Pixabay)

Wakil Presiden pertama sekaligus proklamator Indonesia, Mohammad Hatta atau lebih dikenal dengan Bung Hatta, telah menulis sejak usia 16 tahun hingga usia 77 tahun.

JAKARTA-KABARE.ID: Semasa hidupnya, Bung Hatta telah menghasilkan lebih dari 800 karya tulis dalam bahasa Indonesia, Belanda, maupun Inggris. Kumpulan hasil karya ini kemudian dibukukan ke dalam 10 buku “Bapak Proklamator Indonesia” yang diluncurkan pada 13 November 2018.

"Ini adalah langkah besar yang telah dilakukan dalam mengumpulkan karya tulis Bung Hatta,” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy, saat peluncuran buku karya Bung Hatta, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Banyak orang menganggap Bung Hatta sebagai pakar ekonomi dan negarawan, termasuk Bapak Koperasi. Namun sebenarnya, menurut Mendikbud, Bapak Proklamator tersebut adalah seorang yang memiliki perspektif ilmu pengetahuan yang sangat lengkap.

"Saya punya pengalaman intelektual sendiri dengan Beliau. Dalam disertasi saya, kebetulan saya menulis tentang militer, ternyata peletak dasar profesionalisme militer Indonesia itu adalah Mohammad Hatta, dengan kebijakan rasionalisasi militer pada tahun 1949", ungkap Mendikbud.

Sejarah ini, kata Mendikbud, mungkin tidak banyak diketahui. Bahwa seandainya jika waktu itu Bung Hatta tidak mengambil langkah rasionalisasi militer, mungkin Indonesia setelah pasca kemerdekaan terjadi perang saudara karena masing-masing laskar memiliki senjata yang sama bagusnya dari tentara republik.

“Dengan terbitnya buku ini, akan menjadi sebuah karya besar yang bisa kita jadikan suri teladan untuk anak cucu kita tentang pemikiran-pemikiran Beliau yang akan tetap otentik dan abadi," kata Mendikbud.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Kemendikbud, Hilmar Farid, mengatakan bahwa pemikiran Bung Hatta masih sangat relevan dengan situasi sekarang ini. Dengan membaca karya Bung Hatta kita diingatkan kembali bahwa niat utamanya yaitu mengembangkan ekonomi dan untuk kebahagiaan orang banyak," kata Dirjen Hilmar.

Sementara itu, perwakilan dari keluarga, sekaligus puteri sulung Bung Hatta, Meutia Hatta, menyampaikan harapannya agar nilai-nilai dan pokok-pokok pikiran Bung Hatta yakni membangun perekonomian nasional untuk mencapai peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi modal dasar bagi anak bangsa khususnya pemuda zaman milenial yang sering menyebut dirinya sebagai hidup di zaman now.

“Zaman now tidak boleh kosong. Tugas pemuda zaman now tidak saja melanjutkan perjuangan para pahlawan dan para perintis kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, mereka perlu meningkatkan daya juang, kapabilitas, ilmu pengetahuan teknologi, dan ilmu pengetahuan humaniora di dalam zaman milenial yang serba digital dan penuh distrupsi ini,” ujar Meutia.

Sepuluh Buku Karya Lengkap Bung Hatta terdiri dari Buku 1: Kebangsaan dan Kerakyatan; Buku 2: Kemerdekaan dan Demokrasi; Buku 3: Perdamaian Dunia dan Keadilan Sosial; Buku 4: Keadilan Sosial dan Kemakmuran; Buku 5: Sumber Daya Ekonomi dan Kebutuhan Pokok Masyarakat; Buku 6: Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat; Buku 7: Filsafat, Ilmu, dan Pengetahuan: Buku 8: Agama, Pendidikan, dan Pemuda; Buku 9: Renungan dan Kenangan; Buku 10: Surat-surat. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post